BEI Rilis Daftar Emiten Pemenuhan Saham Publik Minimal 15 Persen

BEI Rilis Daftar Emiten Pemenuhan Saham Publik Minimal 15 Persen

Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan daftar perusahaan tercatat yang telah memenuhi ketentuan porsi minimal saham publik atau free float sebesar 15 persen pada Jumat, 8 Mei 2026. Data bursa menunjukkan sebanyak 566 emiten atau sekitar 59 persen dari total 965 perusahaan telah menyesuaikan diri dengan regulasi terbaru ini.

Langkah otoritas bursa ini bertujuan meningkatkan likuiditas pasar modal melalui Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00045/BEI/03-2026. Berdasarkan laporan idxchannel.com, sejumlah emiten besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan free float 42,4 persen dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 46,2 persen.

Emiten lain yang telah melampaui ambang batas adalah PT Dwi Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan 19,5 persen serta PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang memiliki 18,5 persen saham publik. Di sisi lain, dua emiten milik Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Petrosea Tbk, juga tercatat telah memenuhi ketentuan tersebut.

Bursa memberikan tenggat waktu transisi bagi emiten yang belum mencapai target minimal 15 persen. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun wajib mencapai 12,5 persen pada 31 Maret 2027 dan 15 persen pada 31 Maret 2028. Sementara itu, emiten dengan nilai pasar di bawah Rp5 triliun mendapatkan relaksasi hingga 31 Maret 2029.

Dilansir dari emitennews.com, banyak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak usahanya masih berada dalam masa transisi. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tercatat baru memiliki free float 7,8 persen, sedangkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) berada di angka 9,3 persen.

Beberapa perusahaan tercatat lainnya yang masih harus meningkatkan porsi publik meliputi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebesar 9 persen dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sebesar 10,9 persen. Terdapat pula 10 saham yang mendapatkan perlakuan khusus atau pengecualian sesuai Peraturan I-A, termasuk PT Adira Dinamika Finance Tbk (ADMF).

Daftar Emiten BUMN dalam Masa Transisi Free Float
Nama EmitenFree Float Saat IniTarget 12,5% / 15%Batas Waktu
Adhi Properti (ADCP)10%15%31 Maret 2029
BSI (BRIS)9,3%12,50%31 Maret 2027
Garuda (GIAA)7,8%12,50%31 Maret 2027
Indofarma (INAF)12%15%31 Maret 2029
Kimia Farma (KAEF)10,2%15%31 Maret 2029
Mitratel (MTEL)13,6%15%31 Maret 2027
Latinusa (NIKL)14,6%15%31 Maret 2029
Pertamina Energy (PGEO)10,9%12,50%31 Maret 2027
Solusi Bangun Indonesia (SMCB)1,1%12,5%31 Maret 2027
Wijaya Karya (WIKA)9%12,5%31 Maret 2027

Kebijakan ini juga memicu dinamika korporasi di mana beberapa emiten keluar dari bursa. PT Indointernet Tbk (EDGE) memilih opsi penghapusan pencatatan sukarela atau voluntary delisting, sementara beberapa emiten lain terancam force delisting akibat gagal memenuhi ketentuan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi