Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor terhadap indeks LQ45 untuk periode efektif 4 Mei 2026 hingga 31 Juli 2026. Berdasarkan data yang dikutip dari Stocksetup, otoritas bursa memutuskan untuk mengeluarkan lima saham dari daftar indeks unggulan tersebut.
Kelima emiten yang terdepak dari posisi konstituen LQ45 kali ini adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Selain itu, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) juga resmi keluar.
Sebagai langkah penyegaran, BEI menetapkan lima saham baru untuk mengisi kekosongan posisi di indeks LQ45. Emiten yang masuk menjadi anggota baru meliputi PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (nice), PT Avia Avian Tbk (AVIA), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA).
Perubahan ini terbilang signifikan mengingat kelima saham yang keluar sebelumnya merupakan bagian dari konstituen untuk periode efektif 2 Februari 2026 hingga 30 April 2026. Menariknya, BREN sebelumnya menyandang status sebagai pendatang baru dalam indeks tersebut.
Sementara itu, empat emiten lainnya yaitu CTRA, DSSA, HEAL, dan NCKL sebelumnya merupakan penghuni tetap dalam indeks LQ45. Perombakan besar ini mencerminkan adanya rotasi sektor yang dinamis di pasar modal Indonesia, dengan penguatan pada tema energi, ekonomi digital, dan sumber daya alam.
Meskipun terjadi perombakan, sejumlah emiten berkapitalisasi besar masih mempertahankan posisinya. Saham-saham inti seperti BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII, ANTM, AMMN, ADRO, ADMR, PGEO, hingga UNTR tetap bertahan sebagai anggota indeks LQ45.
Dampak Evaluasi pada Indeks IDX80
Selain perubahan pada indeks LQ45, evaluasi ini juga berdampak pada susunan indeks IDX80. Terdapat tiga saham dari daftar yang keluar di LQ45 yang juga harus merelakan posisinya di IDX80, yakni BREN, DSSA, dan NCKL.
Selain ketiga emiten tersebut, dua saham lain yang turut keluar dari IDX80 adalah PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Keberlanjutan emiten-emiten besar di indeks inti memberikan sinyal bahwa likuiditas tinggi tetap menjadi penopang utama bursa.
| Kategori Perubahan | Kode Saham | Nama Emiten |
|---|---|---|
| Saham Keluar | BREN | Barito Renewables Energy Tbk |
| Saham Keluar | CTRA | Ciputra Development Tbk |
| Saham Keluar | DSSA | Dian Swastatika Sentosa Tbk |
| Saham Keluar | HEAL | Medikaloka Hermina Tbk |
| Saham Keluar | NCKL | Trimegah Bangun Persada Tbk |
| Saham Masuk | NICE | Adhi Kartiko Pratama Tbk |
| Saham Masuk | AVIA | Avia Avian Tbk |
| Saham Masuk | ESSA | Essa Industries Indonesia Tbk |
| Saham Masuk | MAPA | Map Aktif Adiperkasa Tbk |
| Saham Masuk | MIKA | Mitra Keluarga Karyasehat Tbk |
Evaluasi ini menunjukkan komitmen bursa dalam menjaga relevansi indeks terhadap kondisi pasar terkini. Saham-saham baru yang masuk diharapkan dapat memberikan warna baru bagi pertumbuhan kinerja indeks LQ45 di masa mendatang.