Bursa Efek Indonesia melakukan perombakan besar-besaran terhadap susunan saham syariah dalam Jakarta Islamic Index pada Mei 2026. Langkah strategis ini diambil otoritas bursa dengan memasukkan tujuh emiten baru yang memiliki tingkat likuiditas tertinggi dari Indeks Saham Syariah Indonesia.
Dilansir dari IDXChannel, tujuh perusahaan yang resmi bergabung dalam JII meliputi PT Adaro Minerals Indonesia Tbk, PT Archi Indonesia Tbk, dan PT Sentul City Tbk. Selain itu, PT Darma Henwa Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, PT Rukun Raharja Tbk, serta PT Solusi Sinergi Digital Tbk juga masuk dalam jajaran tersebut.
Masuknya tujuh emiten baru tersebut diikuti dengan pencoretan tujuh saham lain dari indeks JII. Otoritas bursa mendepak PT Astra International Tbk, PT Barito Pacific Tbk, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Indosat Tbk, PT Pantai Indah Pik Dua Tbk, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.
Data bursa menunjukkan bahwa mayoritas saham yang keluar tersebut, yakni sebanyak enam emiten, dihapus sepenuhnya dari keanggotaan ISSI. Sementara itu, saham PT Indosat Tbk hanya dikeluarkan dari indeks JII serta JII70, namun posisinya tetap dipertahankan di dalam subindeks ISSI.
Perubahan komposisi ini menggeser bobot saham di dalam indeks JII, meskipun PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tetap berada di posisi puncak. Bobot saham perusahaan telekomunikasi tersebut turun menjadi 15 persen dari porsi sebelum evaluasi yang mencapai 18,17 persen.
Posisi kedua kini ditempati oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk dengan bobot yang naik menjadi 7,9 persen dari sebelumnya 5,67 persen. Selanjutnya, PT United Tractors Tbk menyusul di urutan ketiga melalui kenaikan bobot menjadi 6,09 persen dari posisi semula sebesar 3,70 persen.
Perombakan ini juga berdampak pada indeks syariah lainnya, di mana saham PT Archi Indonesia Tbk, PT Darma Henwa Tbk, PT Rukun Raharja Tbk, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk dilaporkan turut menembus indeks JII70. Di sisi lain, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk masuk sebagai konstituen baru dalam indeks IDXSHAGROW bersama PT Aneka Tambang (Persero) Tbk serta PT Raharja Energi Cepu Tbk.