BEI Tetapkan Saham BSA Logistics Masuk Daftar Konsentrasi Tinggi

BEI Tetapkan Saham BSA Logistics Masuk Daftar Konsentrasi Tinggi

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) pada Jumat (8/5/2026). Langkah otoritas ini dilakukan setelah terdeteksi adanya konsentrasi kepemilikan saham yang sangat tinggi pada emiten logistik tersebut.

Keputusan tersebut tertuang dalam pengumuman resmi yang ditandatangani oleh Direktur BEI Kristian Manullang dan Direktur KSEI Eqy Essiqy. Dilansir dari Market, otoritas bursa menegaskan bahwa penetapan status ini merupakan bagian dari mekanisme keterbukaan informasi di pasar modal.

“Pengumuman HSC ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal,” ujar Kristian dan Eqy, Direktur BEI dan Direktur KSEI.

Berdasarkan data per 7 Mei 2026, metodologi penentuan HSC menunjukkan bahwa struktur kepemilikan saham WBSA, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat, didominasi oleh kelompok pemegang saham tertentu. Secara akumulatif, pihak-pihak tersebut menguasai 95,82% dari seluruh total saham perseroan.

“Pengumuman HSC ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal,” ujar Kristian dan Eqy, Direktur BEI dan Direktur KSEI.

WBSA sendiri tercatat sebagai emiten pertama yang melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di bursa pada tahun 2026, tepatnya pada 10 April. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan melepas 1,8 miliar lembar saham baru dengan harga penawaran Rp168 per saham dan menghimpun dana sebesar Rp302,4 miliar.

Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memberikan penjelasan mengenai latar belakang penerapan kebijakan HSC yang mengadopsi standar internasional. Skema ini dirancang agar investor mendapatkan gambaran yang lebih transparan mengenai kondisi kepemilikan sebuah perusahaan publik.

“Pengumuman ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi kepada investor dalam mengambil keputusan investasi,” pungkas Jeffrey, Pjs. Direktur Utama BEI.

Otoritas menjamin bahwa penyematan status HSC tidak akan mengganggu jalannya transaksi di pasar reguler. Proses perdagangan saham tetap dipastikan berjalan normal tanpa ada konsekuensi langsung terhadap tingkat likuiditas saham yang bersangkutan.

“Apabila berdasarkan asesmen terbaru konsentrasi tinggi tersebut sudah teratasi, BEI bersama dengan KSEI akan mengeluarkan pengumuman penutup atas status tersebut,” pungkas Jeffrey, Pjs. Direktur Utama BEI.

Artikel terkait

Rekomendasi