Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkatkan intensitas komunikasi dan penyerahan data teknis dengan lembaga indeks global MSCI serta FTSE sejak akhir April hingga Mei 2026 guna menjaga kepercayaan pasar modal domestik.
Langkah strategis ini dilakukan untuk memacu daya saing pasar saham Indonesia di kancah internasional. Upaya tersebut diharapkan mampu mendongkrak masuknya investasi asing serta memperkuat likuiditas perdagangan saham dalam negeri, seperti dilansir dari Suara pada Kamis (28/5/2026).
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memberikan konfirmasi mengenai keberlanjutan agenda pertemuan rutin dengan lembaga indeks global maupun investor internasional ini.
"Oh ada, ada. Pertemuan rutin dilakukan. Terakhir tanggal 29 April ada pertemuan, di bulan Mei juga ada pertemuan. Kemudian ada permintaan data yang disampaikan oleh MSCI dan sudah kami sampaikan," ujar Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI.
Penyampaian seluruh data serta persiapan informasi yang diperlukan oleh lembaga indeks global sejatinya telah dituntaskan oleh pihak otoritas bursa sejak akhir Maret lalu.
"Kami meminta masukan tidak hanya dari MSCI dan FTSE, tetapi juga dari investor global. Diskusi berjalan terus," kata Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI.
Komunikasi intensif pada tingkat teknis kini masih terus berjalan demi memastikan kelancaran seluruh proses evaluasi ekosistem pasar modal Indonesia.