Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi besar terhadap subindeks saham syariah termasuk JII demi meningkatkan representasi sektor yang likuid pada Mei 2026. Langkah penataan ulang bobot dan konstituen ini dijadwalkan berlaku mulai 2 Juni hingga 30 November 2026.
Otoritas bursa memasukkan tujuh emiten baru ke dalam perhitungan Jakarta Islamic Index (JII). Emiten tersebut adalah ADMR, ARCI, BKSL, DEWA, ENRG, RAJA, dan WIFI, yang dibarengi dengan pencoretan sejumlah saham termasuk ISAT.
Proses seleksi saham yang mengisi subindeks syariah ini tetap mengacu pada Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penilaian didasarkan pada kriteria ketat seperti rasio utang terhadap aset maksimal 45 persen.
Perubahan ini turut mengubah peta pembobotan saham unggulan di dalam JII, di mana porsi saham TLKM turun menjadi sekitar 15 persen dari sebelumnya sebesar 18,17 persen. Sebaliknya, porsi saham BRMS merangkak naik menjadi 7,9 persen dan UNTR meningkat menjadi 6,09 persen.
Evaluasi berskala besar ini juga berdampak pada pelepasan 72 saham dari Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) karena tidak lagi memenuhi persyaratan DES. Selain itu, perombakan terjadi di subindeks JII70 serta indeks IDXSHAGROW dengan dikeluarkannya saham ASII, BRPT, dan INCO.
Dilansir dari Cetro Trading Insight, perubahan komposisi ini diproyeksikan akan memicu respons pasar yang cepat serta meningkatkan volatilitas jangka pendek. Para pelaku pasar dan manajer investasi kini bersiap melakukan rebalancing portofolio untuk menyesuaikan diri dengan arah aliran dana yang baru.
| Saham | Keterangan | Perubahan |
|---|---|---|
| ADMR | Masuk konstituen JII | Baru |
| ARCI | Masuk JII | Baru |
| BKSL | Masuk JII | Baru |
| TLKM | Bobot utama | Turun ke 15% |
| BRMS | Bobot naik | 7.9% |
| UNTR | Bobot naik | 6.09% |