Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi di pasar keuangan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 17.400 per dollar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (5/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan mekanisme pasar berjalan sesuai fundamental ekonomi domestik di tengah tekanan global yang berlanjut.
Nilai tukar rupiah tercatat mengalami depresiasi sebesar 3,65 persen pada pembukaan perdagangan tersebut. Dilansir dari Money, mata uang Garuda di pasar spot terdepresiasi 0,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada pada posisi Rp 17.394 per dollar AS.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan bahwa otoritas moneter mengoptimalkan berbagai instrumen operasi pasar valuta asing. Strategi ini mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
"Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global," ujar Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI.
Pihak BI menegaskan bahwa pelemahan ini masih sejalan dengan tren mata uang negara emerging market lainnya sejak eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Beberapa mata uang kawasan turut tertekan, seperti Philippine peso yang melemah 6,58 persen dan Thailand baht sebesar 5,04 persen.
"Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," tegas Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI.
Kondisi pasar Asia pada pagi yang sama menunjukkan pergerakan variatif dengan Philippine peso terkoreksi 0,21 persen dan ringgit Malaysia turun 0,18 persen. Sebaliknya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan tertinggi di kawasan setelah naik 0,2 persen terhadap dollar AS.
| Mata Uang | Persentase Pelemahan |
|---|---|
| Philippine peso | 6,58 persen |
| Thailand baht | 5,04 persen |
| Indian rupee | 4,32 persen |
| Chile peso | 4,24 persen |
| Korean won | 2,29 persen |