BI Maluku dan GoPay Edukasi Guru Serta Pelajar Ambon Soal Keamanan Digital

BI Maluku dan GoPay Edukasi Guru Serta Pelajar Ambon Soal Keamanan Digital

Bank Indonesia (BI) bersama GoPay melakukan perluasan jangkauan literasi keuangan di Provinsi Maluku dengan menyasar Kota Ambon. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan pemahaman keamanan transaksi digital di sektor pendidikan, terutama bagi guru dan pelajar.

Dilansir dari Detik Finance, inisiatif edukasi tersebut melibatkan sekitar 150 peserta yang terdiri dari tenaga pendidik serta siswa. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai risiko penggunaan layanan keuangan digital yang kian masif.

GoPay memberikan materi edukasi terkait beragam skema penipuan digital yang marak terjadi. Beberapa di antaranya meliputi tautan palsu atau phishing, penipuan berkedok layanan pelanggan palsu, bukti transfer fiktif, hingga modus pengembalian dana atau salah transfer.

Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai instruksi teknis untuk menjaga keamanan akun. Hal ini mencakup penggunaan PIN dan OTP secara rahasia, perlindungan data pribadi, penggunaan aplikasi resmi, serta kewaspadaan terhadap tautan yang mencurigakan.

Selain pencegahan, peserta juga diajarkan prosedur mitigasi jika menghadapi indikasi tindak kriminal digital. Langkah yang disarankan meliputi sikap tenang, pengumpulan bukti transaksi yang akurat, serta segera melapor melalui saluran komunikasi layanan resmi.

"Di tengah pesatnya sistem pembayaran digital, penguatan literasi digital dan perlindungan konsumen menjadi sangat penting, khususnya bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami berharap guru dan siswa tidak hanya menjadi pengguna layanan digital yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi penggerak budaya transaksi yang aman di lingkungan sekolah dan masyarakat," ujar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dicky Afrianto, Kamis (14/5/2026).

Komitmen Perlindungan Konsumen

Kepala Divisi Kepatuhan GoPay, Yogi Harsudiono, menegaskan bahwa aspek keamanan bagi pengguna merupakan prioritas utama bagi perusahaan. Menurutnya, GoPay tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi keamanan, tetapi juga aktif melakukan edukasi publik secara berkala.

Perusahaan menyediakan sistem keamanan berlapis untuk melindungi saldo pengguna. Fasilitas ini mencakup otentikasi biometrik, verifikasi wajah, layanan bantuan yang tersedia 24 jam, hingga program Jaminan Saldo Kembali untuk memberikan kenyamanan ekstra.

"Dengan mengusung tema berhati-hati dalam bertransaksi yang sejalan dengan kampanye kolektif perlindungan konsumen, kami berkomitmen mendukung upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi digital dan perlindungan konsumen guna mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan," kata Yogi Harsudiono.

Artikel terkait

Rekomendasi