BI Maluku Gandeng GoPay Tingkatkan Literasi Keuangan Digital di Ambon

BI Maluku Gandeng GoPay Tingkatkan Literasi Keuangan Digital di Ambon

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku bekerja sama dengan GoPay mengadakan kegiatan edukasi literasi keuangan digital bagi 150 guru dan pelajar di Ambon pada Senin (18/5/2026), dilansir dari Money.

Langkah tersebut diambil guna memperkuat perlindungan konsumen di tengah melonjaknya pemakaian layanan keuangan digital dan maraknya kasus penipuan siber. Peserta diberikan materi mengenai deteksi modus penipuan seperti phishing, customer service palsu, bukti transfer palsu, hingga refund ilegal.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Dicky Afrianto menjelaskan bahwa penguatan pemahaman digital bagi generasi muda krusial dilakukan agar mereka mampu memitigasi risiko keamanan dalam sistem pembayaran saat ini.

"Di tengah pesatnya sistem pembayaran digital, penguatan literasi digital dan perlindungan konsumen menjadi sangat penting, khususnya bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami berharap guru dan siswa tidak hanya menjadi pengguna layanan digital yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi penggerak budaya transaksi yang aman di lingkungan sekolah dan masyarakat," ujar Dicky Afrianto, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku.

Selain memberikan edukasi, BI mengapresiasi pihak swasta yang proaktif dalam mengampanyekan gerakan perlindungan bagi para pengguna layanan digital.

"Kami berterima kasih dan mengapresiasi GoPay sebagai pelaku industri sistem pembayaran atas peran aktif dalam kampanye edukasi perlindungan konsumen yang mengusung tema, ‘Kalau Ragu, Stop Dulu,’" lanjut Dicky Afrianto, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku.

Sementara itu, pihak penyedia layanan dompet digital menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan penguatan sistem internal perusahaan dengan program edukasi publik secara berkelanjutan.

"Keamanan transaksi pengguna adalah prioritas kami. Karena itu, kami tidak hanya memperkuat teknologi keamanan, tetapi juga terus mengedukasi publik sebagai bagian penting dari perlindungan konsumen GoPay," tutur Yogi Harsudiono, Kepala Divisi Kepatuhan GoPay.

Program ini juga diharapkan dapat membangun ekosistem ekonomi digital nasional yang lebih aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Dengan mengusung tema berhati-hati dalam bertransaksi yang sejalan dengan kampanye kolektif perlindungan konsumen, kami berkomitmen mendukung upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi digital dan perlindungan konsumen guna mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan," imbuh Yogi Harsudiono, Kepala Divisi Kepatuhan GoPay.

Sebagai bentuk proteksi tambahan, platform GoPay mengandalkan teknologi keamanan berlapis mulai dari PIN, fitur biometrik, pemindaian wajah, pusat bantuan 24 jam, hingga program Jaminan Saldo Kembali.

Artikel terkait

Rekomendasi