BI Rate Naik Jadi 525 Persen Picu Lonjakan Cicilan KPR

BI Rate Naik Jadi 525 Persen Picu Lonjakan Cicilan KPR

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen sebagai respons atas melemahnya nilai tukar Rupiah. Kebijakan ini berpotensi meningkatkan beban cicilan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR bagi masyarakat luas.

Peningkatan suku bunga acuan tersebut berdampak langsung pada biaya dana perbankan yang kemudian memicu penyesuaian bunga kredit. Menurut data pengamat perbankan, simulasi rumah seharga Rp500 juta dengan tenor 15 tahun dan bunga awal 10 persen akan mengalami kenaikan cicilan dari Rp5,37 juta menjadi Rp5,51 juta per bulan apabila bunga melonjak ke angka 10,5 persen.

Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo menjelaskan keterkaitan kenaikan suku bunga acuan dengan skema pembiayaan rumah kepada detikcom pada Sabtu (23/5/2026).

"Ketika BI-Rate naik, biaya dana bank ikut meningkat sehingga bank cenderung menyesuaikan bunga KPR, terutama KPR dengan skema bunga floating atau mengambang," kata Arianto Muditomo.

Kondisi inflasi serta fluktuasi Rupiah mendorong perbankan menjaga margin keuntungan serta risiko likuiditas melalui penyesuaian bunga kredit konvensional. Penyesuaian ini diprediksi baru terasa dalam jangka waktu 3 hingga 6 bulan ke depan bagi nasabah lama, namun langsung berdampak pada nasabah KPR baru.

Di sisi lain, sektor properti juga ikut merasakan dampak dari kebijakan moneter terbaru ini. Direktur Global Asset Management Steve Sudijanto menyarankan calon pembeli rumah untuk memilih perbankan yang menawarkan program bunga tetap pada tahun-tahun awal guna mengantisipasi situasi global.

"Seluruh dunia ini lagi stabilitas energi itu sekarang lagi nggak nyaman. Jadi biaya minyak itu agak mahal. Imbasnya juga ke segala lini bisnis karena biaya energi cost itu lagi tinggi sekarang. Jadi kalau mau bilang lama, ini cukup lama, cukup rumit kali ini, keadaan dunia semakin rumit. Jadi siaga aja, jangan cari KPR atau rumah yang di luar budget lah," tutur Steve Sudijanto pada Minggu (24/5/2026).

Kenaikan BI Rate ini diproyeksikan menekan minat masyarakat dalam pembelian rumah komersil melalui skema KPR konvensional karena nilai yang semakin tinggi. Meski demikian, situasi berbeda diperkirakan terjadi pada sektor perumahan bersubsidi.

"Akan menurunkan minat masyarakat membeli rumah, namun tentunya berbeda dengan rumah subsidi yang saat ini menjadi prioritas pemerintah dengan bunga tetap 5 persen," ujar Steve Sudijanto.

Artikel terkait

Rekomendasi