Manajemen PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) menyatakan sebaran foto yang memperlihatkan bendera Amerika Serikat berkibar di depan Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada Jumat, 29 Mei 2026, sebagai informasi bohong atau hoaks.
Klarifikasi tersebut merespons beredarnya foto di media sosial dan grup WhatsApp dengan narasi yang mengeklaim bahwa Bandara Kertajati telah resmi menjadi milik militer Amerika Serikat serta dialihfungsikan menjadi bengkel pesawat.
Pihak manajemen memastikan tidak ada atribut asing yang terpasang di area bandara seperti dalam foto yang beredar di masyarakat tersebut.
"Tidak ada bendera Amerika di Bandara Kertajati," tegas Corporate Secretary PT BIJB, Imam Rasyidin, kepada Republika, Jumat (29/5/2026).
Imam kemudian memperlihatkan bukti berupa dokumentasi foto terbaru kondisi bandara yang diambil pada tanggal 29 Mei 2026 untuk membantah klaim sepihak tersebut.
Dalam foto terkini itu, area yang diklaim sebagai titik pengibaran bendera Amerika Serikat terbukti bersih dan tidak menampilkan atribut negara lain.
Terkait isu bengkel pesawat, manajemen menjelaskan bahwa pembicaraan resmi dengan Tim Kementerian Pertahanan RI berfokus pada pengembangan fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan (MRO).
Kerja sama operasional MRO tersebut dirancang secara luas bagi berbagai jenis armada udara, bukan eksklusif untuk satu negara.
Ia menambahkan bahwa layanan perawatan ini diproyeksikan untuk pesawat milik militer Amerika Serikat, unit milik TNI Angkatan Udara beserta matra TNI lainnya, hingga pesawat komersial.
Mengenai langkah strategis ke depan, pengelola bandara memastikan seluruh keputusan akan diselaraskan dengan otoritas pemerintah daerah selaku pemilik aset.
"Pada prinsipnya kami sebagai pengelola Bandara milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengikuti kebijakan Pemprov Jawa Barat selaku pemegang saham," kata Imam.