BlackRock Pertimbangkan Investasi 10 Miliar Dollar AS di IPO SpaceX

BlackRock Pertimbangkan Investasi 10 Miliar Dollar AS di IPO SpaceX

Raksasa pengelola aset dunia, BlackRock, tengah mempertimbangkan investasi besar senilai 5 miliar dollar AS hingga 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp 88 triliun sampai Rp 176 triliun dalam penawaran umum perdana saham (IPO) SpaceX.

Rencana penayangan saham perdana perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk tersebut diperkirakan bakal berlangsung pada bulan depan, dilansir dari Money berdasarkan laporan Reuters pada Minggu (17/5/2026).

Target penghimpunan dana yang dibidik oleh SpaceX dalam aksi korporasi ini mencapai sekitar 75 miliar dollar AS. Langkah strategis tersebut berjalan seiring dengan target nilai valuasi perusahaan yang menyentuh angka 1,75 triliun dollar AS.

Apabila target akumulasi dana tersebut berhasil terealisasi secara penuh, nilai pendanaan ini berpotensi besar mencatatkan IPO SpaceX sebagai yang terbesar sepanjang sejarah pasar modal dunia.

Pendanaan investasi milik BlackRock rencananya akan bersumber dari portofolio active managed funds mereka yang bernilai total 536 miliar dollar AS. Namun, kepastian nilai akhir dari investasi ini masih berpeluang berubah mengikuti perkembangan harga perdana dan situasi pasar menjelang pencatatan resmi.

Bursa efek Nasdaq diproyeksikan menjadi tempat SpaceX mencatatkan sahamnya paling cepat pada tanggal 12 Juni 2026 mendatang dengan menggunakan kode emiten SPCX. Hingga saat ini, pihak manajemen BlackRock masih menolak memberikan komentar resmi, sementara SpaceX belum memberikan respons atas pertanyaan media.

Antusiasme para pelaku pasar modal melonjak tinggi karena korporasi besutan Elon Musk ini dinilai sangat mendominasi sektor industri antariksa global sejak berdiri tahun 2002. SpaceX saat ini menguasai lebih dari 80 persen aktivitas peluncuran roket dunia serta mengoperasikan lebih dari 10.000 satelit Starlink penyedia internet.

Perusahaan ini juga memegang posisi sebagai mitra strategis bagi NASA dan Pentagon, termasuk terlibat langsung dalam pengembangan sistem pertahanan rudal bernama "Golden Dome" yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Di sisi lain, para analis keuangan mengingatkan para pelaku pasar untuk tetap cermat terhadap tingginya nilai valuasi SpaceX tersebut. Berdasarkan hasil riset pasar dari Nasdaq, sekitar 64 persen emiten yang melakukan IPO justru mencatat performa lebih rendah dibandingkan pasar saham umum pada tiga tahun pertama.

Tekanan harga pasca-IPO juga tercatat pernah menimpa sejumlah korporasi raksasa lain. Sebagai contoh, pergerakan saham Meta Platforms sempat merosot hingga 47 persen dari titik puncak, sementara Alibaba mengalami koreksi sebesar 26 persen dan Uber menurun hingga 18 persen.

Struktur tata kelola internal dari SpaceX turut menjadi perhatian serius bagi para pemodal global menjelang pencatatan saham ini. Berdasarkan laporan data yang dihimpun, skema yang diusulkan memberikan kekuasaan yang sangat masif kepada Elon Musk melalui kepemilikan jenis saham dengan hak suara super (super-voting shares).

Melalui penerapan skema tata kelola khusus tersebut, Elon Musk dilaporkan menjadi satu-satunya otoritas yang memiliki hak hukum penuh untuk memberhentikan dirinya sendiri dari jabatan posisi Chief Executive Officer (CEO).

Sejumlah lembaga dana pensiun publik terbesar di Amerika Serikat dilaporkan telah melayangkan surat protes resmi yang menyatakan keberatan mereka terhadap struktur manajemen tersebut. Mereka menilai regulasi internal itu menjadi salah satu kebijakan yang paling menguntungkan pihak manajemen dalam sejarah pasar modal.

Kendati diwarnai kritik tata kelola, performa keuangan internal perusahaan mencatat pertumbuhan yang bervariasi. Pendapatan SpaceX pada tahun 2025 tercatat melonjak lebih dari 30 persen menjadi 18,7 billion dollar AS, meski harus membukukan rugi sebesar 4,9 miliar dollar AS akibat beban dari unit kecerdasan buatan xAI.

Kondisi keuangan tersebut diimbangi oleh kinerja lini bisnis satelit internet mereka, di mana laba bersih dari Starlink dilaporkan berhasil tumbuh melesat hingga lebih dari dua kali lipat menjadi total 4,4 miliar dollar AS.

Artikel terkait

Rekomendasi