PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli mencatatkan pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp 7,84 triliun pada kuartal I 2026 yang berakhir Maret lalu. Pencapaian ini menandai pertumbuhan signifikan sebesar 67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 4,69 triliun.
Lonjakan kinerja keuangan ini ditopang oleh penguatan di seluruh lini bisnis, khususnya pada segmen institusi serta penjualan di toko fisik. Berdasarkan laporan kinerja perusahaan yang dilansir dari Money, penjualan gawai pintar atau smartphone menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan angka pendapatan tersebut.
Efisiensi operasional perusahaan juga menunjukkan perbaikan dengan penurunan persentase beban operasional terhadap total processing value (TPV) dari 7,3 persen menjadi 6,4 persen. Selain itu, Blibli mencatat kenaikan take rate dari 9 persen menjadi 9,9 persen pada tiga bulan pertama tahun ini.
CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menyatakan bahwa perusahaan mengawali tahun 2026 dengan momentum pertumbuhan yang kuat di berbagai sektor. Hasil ini merupakan buah dari keberhasilan eksekusi strategi perusahaan dalam memperkuat margin secara keseluruhan.
“Kami memulai tahun 2026 dengan momentum yang solid, melanjutkan tren positif dari kuartal sebelumnya. Hasil kuartal pertama kami mencerminkan kelanjutan dari eksekusi strategi kami, yang menghasilkan pertumbuhan pendapatan dua digit yang kuat serta peningkatan lebih lanjut pada take rate dan margin secara keseluruhan,” ujar Kusumo, Kamis (7/5/2026).
Kusumo menambahkan bahwa disiplin operasional yang diterapkan secara berkelanjutan telah memberikan dampak positif pada profitabilitas perusahaan. Permintaan pasar tetap tinggi, terutama untuk kategori produk dengan margin yang lebih menguntungkan.
“Strategi omnichannel kami terus bertumbuh di berbagai kategori, sementara usaha institusi dan toko fisik berkembang dengan kualitas dan skala yang lebih baik,” katanya.
Di sisi lain, CFO Blibli Ronald Winardi menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan neto yang pesat mencerminkan keberhasilan monetisasi di seluruh ekosistem perusahaan. Pengendalian biaya yang ketat turut menjadi kunci dalam mendorong efisiensi yang lebih bermakna.
“Pendapatan neto tumbuh pesat sebesar 67 persen secara tahunan, mencerminkan peningkatan monetisasi omnichannel dan eksekusi ekosistem yang solid, sementara pengendalian biaya yang lebih ketat mendorong peningkatan efisiensi yang berarti,” ucap Ronald.
Hingga akhir Maret 2026, Blibli telah memperluas jaringan fisiknya dengan menambah 35 toko baru. Saat ini, perusahaan mengoperasikan total 295 toko elektronik konsumen, sembilan toko elektronik rumah tangga, satu toko fesyen dan olahraga, serta 58 gerai supermarket premium.
| Segmen Usaha | Pendapatan Neto | Pertumbuhan Tahunan |
|---|---|---|
| Ritel 1P | Rp 1,57 Triliun | 13% |
| Ritel 3P | Rp 384 Miliar | 9% |
| Institusi | Rp 3,55 Triliun | 137% |
| Toko Fisik | Rp 2,32 Triliun | 60% |
Pertumbuhan paling mencolok terlihat pada segmen institusi yang membukukan kenaikan pendapatan neto hingga 137 persen. Hal ini dipicu oleh peningkatan belanja per klien institusi sebesar 125 persen menjadi Rp 112 juta, didorong oleh permintaan smartphone dan peralatan elektronik rumah tangga.