Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geisika atau BMKG melaporkan serangkaian aktivitas gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Pacitan, Blitar, dan Trenggalek, Jawa Timur sejak Sabtu malam hingga Minggu siang, 17 Mei 2026.
Guncangan pertama berkekuatan magnitudo 4,4 terjadi di koordinat 8,87 Lintang Selatan dan 111,60 Bujur Timur, tepatnya 88 kilometer barat daya Trenggalek dengan kedalaman 24 kilometer pada Sabtu pukul 23.06 WIB.
Selanjutnya, gempa berkekuatan magnitudo 4,0 mengguncang wilayah Pacitan pada Minggu pukul 02.36 WIB dengan pusat getaran sedalam 10 kilometer di koordinat 8,83 derajat lintang selatan serta 111,47 derajat bujur timur.
Rangkaian aktivitas seismik tersebut berlanjut saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,1 melanda Kabupaten Blitar pada Minggu pukul 14.03 WIB dengan pusat di kedalaman 71 kilometer pada koordinat 9.11 LS dan 112.22 BT.
Hingga saat ini, pihak berwenang setempat belum menerima laporan mengenai adanya korban jiwa maupun dampak kerusakan bangunan akibat rangkaian peristiwa alam tersebut.
"Gempa Mag:4.0 (82 km Tenggara Pacitan-Jatim)," tulis BMKG.
Otoritas pemantau tersebut menjelaskan bahwa data awal yang disebarkan kepada masyarakat masih berpotensi mengalami perubahan karena mengutamakan kecepatan penyampaian informasi.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," kata BMKG.
Getaran yang terjadi akibat gempa bumi di barat daya Trenggalek dilaporkan sempat dirasakan langsung oleh sejumlah warga yang berada di wilayah Pacitan selama beberapa saat.
"Terasa sebentar," ujar Dika Kurniawan, warga Gawang, Kecamatan Kebonagung.
Seorang warga lain dari kawasan Kalipelus juga mengonfirmasi adanya guncangan singkat yang terjadi pada malam hari tersebut.
"Kerasa juga tadi," kata Zainal.
BMKG memastikan seluruh rangkaian gempa bumi yang melanda kawasan pesisir selatan Jawa Timur ini tidak berpotensi memicu terjadinya bencana tsunami.