Wilayah barat daya Kabupaten Lombok Utara diguncang gempa bumi darat berkekuatan magnitudo 3,1 pada Jumat, 29 Mei 2026 pagi pukul 04.43 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa pusat getaran berada di darat pada kedalaman tertentu yang berjarak sekitar 18 kilometer dari Lombok Utara.
Titik koordinat gempa ini berada pada posisi 8,49 Lintang Selatan dan 116,07 Bujur Timur. Menurut data BMKG yang dilansir dari databoks.katadata.co.id, guncangan tektonik tersebut tidak memicu potensi bencana tsunami di kawasan pesisir.
<"Gempa dirasakan Magnitudo: 3,1 pada Jumat, 29 Mei 2026 04:43:40 WIB", tulis BMKG pada keterangan rilisnya.
Getaran gempa ini terukur dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI) dengan tingkat intensitas II di wilayah Kota Mataram dan Lombok. Tingkat skala II MMI ini mengindikasikan bahwa getaran gempa umumnya tidak dirasakan secara nyata atau hanya disadari oleh beberapa orang saja, namun tetap terekam secara akurat oleh alat seismograf.
Selain aktivitas tektonik di Nusa Tenggara Barat tersebut, lembaga pemantau cuaca dan kegempaan ini juga memaparkan data pergerakan lempeng di wilayah Indonesia lainnya dalam periode tujuh hari terakhir. Berdasarkan pemantauan institusi tersebut, dinamika kegempaan nasional menunjukkan intensitas yang cukup tinggi dalam satu minggu belakangan.
BMKG mencatat dalam sepekan terakhir di wilayah Indonesia terjadi aktivitas gempa signifikan dan dirasakan masyarakat sebanyak 21 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.