Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi aktivitas seismik berupa rentetan tujuh gempa bumi bermagnitudo kecil yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (15/5/2026) dan Sabtu (16/5/2026).
Guncangan tersebut tersebar di lima wilayah yang meliputi Kabupaten Poso, Parigi Moutong, Tojo Una-Una, Tolitoli, dan Sigi. Berdasarkan laporan BMKG yang dilansir dari beritasatu.com, empat gempa di antaranya terjadi secara beruntun dalam kurun waktu sekitar dua jam pada Sabtu (16/5/2026).
Rangkaian getaran pada hari Sabtu dimulai dengan gempa magnitudo 1,5 pada pukul 11.10 WIB yang berpusat di 80 kilometer timur laut Tojo Una-Una dengan kedalaman 15 kilometer. Sepuluh menit kemudian, gempa terbesar dengan kekuatan magnitudo 3,5 tercatat pada pukul 11.20 WIB di koordinat 1,11 Lintang Utara dan 120,91 Bujur Timur, tepatnya 31 kilometer timur laut Tolitoli pada kedalaman 4 kilometer.
Aktivitas tektonik berlanjut pada pukul 11.32 WIB melalui gempa bermagnitudo 1,7 di 43 kilometer tenggara Sigi dengan kedalaman 5 kilometer. Rentetan tersebut ditutup oleh gempa keempat pada pukul 12.16 WIB berkekuatan magnitudo 2,2 yang berpusat di 96 kilometer timur laut Tojo Una-Una pada kedalaman 4 kilometer.
Sehari sebelumnya, BMKG juga mendeteksi tiga kali gempa bermagnitudo kecil melanda wilayah Poso dan Parigi Moutong pada Jumat (15/5/2026) pagi, sebagaimana dilansir dari buol.pikiran-rakyat.com melalui Butolpost Palu. Gempa pertama hari Jumat terjadi pukul 07.03 WIB dengan magnitudo 1,9 di koordinat 1,35 Lintang Selatan dan 120,42 Bujur Timur, atau sekitar 37 kilometer barat Poso pada kedalaman 5 kilometer.
Selanjutnya, gempa kedua bermagnitudo 2,2 terjadi pukul 09.23 WIB di koordinat 0,45 Lintang Utara dan 120,37 Bujur Timur, tepatnya 50 kilometer barat Parigi Moutong dengan kedalaman 14 kilometer. Empat menit berselang, tepatnya pukul 09.27 WIB, gempa ketiga berkekuatan magnitudo 2,2 kembali mengguncang koordinat 0,16 Lintang Utara dan 120,49 Bujur Timur atau 58 kilometer barat daya Parigi Moutong pada kedalaman 5 kilometer.
Hingga informasi tersebut disiarkan, BMKG menyatakan belum menerima laporan mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan fisik akibat seluruh rangkaian gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah tersebut.