BMKG Catat Dua Gempa Tektonik Guncang Wilayah Nusa Tenggara Barat

BMKG Catat Dua Gempa Tektonik Guncang Wilayah Nusa Tenggara Barat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG melaporkan peristiwa gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Bima dan Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Guncangan pertama terjadi di Kabupaten Sumbawa pada pukul 07:06 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,1, diikuti gempa kedua di wilayah Bima pada pukul 17:28:50 WIB yang memiliki parameter pembaruan magnitudo 4,9.

Pusat gempa Bima terletak di laut pada jarak 12 kilometer arah Timur Wera, Bima, dengan kedalaman 12 kilometer akibat adanya aktivitas sesar naik belakang busur Flores.

Dampak guncangan di Bima dirasakan nyata di dalam rumah oleh masyarakat di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu dengan skala intensitas III MMI.

Pihak BMKG merilis pernyataan resmi mengenai situasi tersebut untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat luas melalui saluran komunikasi mereka.

"Pusat gempa berada di laut 65 km timur laut Kota Bima dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat." tulis BMKG melalui website resminya, Rabu, 20 Mei 2026.

BMKG juga menegaskan bahwa kedua pemodelan gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat tersebut sama sekali tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Hingga pukul 17.50 WIB, hasil monitoring yang dilakukan oleh petugas BMKG menunjukkan telah terjadi satu kali aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock di wilayah Bima.

Berdasarkan catatan instansi tersebut, dalam periode sepekan terakhir telah terjadi aktivitas gempa signifikan yang dirasakan oleh masyarakat sebanyak 15 kali di wilayah Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi