Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan serangkaian peristiwa gempa bumi tektonik mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat pada Jumat, 29 Mei 2026 dini hari.
Guncangan terbaru bermagnitudo 3,7 terdeteksi di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat pada pukul 04.03 WITA dengan pusat gempa berada di darat pada kedalaman 11 kilometer.
Titik koordinat gempa tersebut berada di 8,53 Lintang Selatan dan 116,08 Bujur Timur, tepatnya sekitar 18 kilometer utara Kabupaten Lombok Barat, dengan laporan bahwa sejauh ini belum ada kerusakan maupun korban jiwa.
Sebelumnya, rangkaian aktivitas seismik juga melanda wilayah Pulau Panjang, Dompu, dan Sumbawa dalam beberapa hari terakhir akibat posisi geografis NTB yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik.
Pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 07:17 WIB, wilayah Pulau Panjang diguncang gempa magnitudo 2,4 dengan kedalaman pusat sekitar 10 kilometer di bawah permukaan tanah pada koordinat 8.44 Lintang Selatan dan 116.90 Bujur Timur.
Selanjutnya, empat gempa beruntun terjadi dalam kurun waktu kurang dari tiga puluh menit di wilayah Sumbawa dan Dompu pada Selasa, 26 Mei 2026 dini hari yang sempat mengejutkan sebagian warga saat waktu istirahat.
Rangkaian getaran tektonik tersebut dimulai dengan kekuatan terbesar Magnitudo 2.8 di wilayah Barat Daya Kodi, Sumbawa Barat Daya, NTT pada pukul 04:01:41 WIB dengan kedalaman mencapai 60 kilometer.
Hanya berselang beberapa menit, guncangan bermagnitudo 1.9 terjadi di 58 kilometer Selatan Dompu pada pukul 03:59:35 WIB dengan kedalaman selubung mencapai 81 kilometer.
"gempa barusan di mana?" tanya warga melalui saluran komunikasi digital sesaat setelah getaran dirasakan di pesisir pantai sebagaimana dilansir dari pdiperjuanganbali.id.
Dua guncangan susulan berikutnya kembali muncul dan berpusat di kawasan Timur Laut Sumbawa dengan Magnitudo 1.6 pada pukul 04:20:49 WIB serta Magnitudo 1.7 pada pukul 04:22:43 WIB.
Selain rentetan gempa tersebut, BMKG juga mencatat dua gempa tektonik ringan lainnya di Sumatera Utara dengan kekuatan Magnitudo 2,3 pada Rabu, 27 Mei 2026 pukul 04.00.22 WIB, yang disusul gempa Magnitudo 2,0 di laut timur laut Sumbawa Barat Daya dua menit kemudian.
Hingga saat ini, pihak BMKG memastikan seluruh rangkaian aktivitas tektonik tersebut tidak memicu peringatan potensi tsunami dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah mempercayai isu hoaks.
Warga disarankan melakukan pemeriksaan fisik mandiri terhadap komponen utama struktur bangunan tempat tinggal guna mengantisipasi akumulasi kerusakan akibat getaran berulang.
| Waktu Kejadian (WIB) | Kekuatan (Magnitudo) | Koordinat Lokasi | Pusat Posisi Geografis | Kedalaman Selubung |
|---|---|---|---|---|
| 03:59:35 | 1.9 | 9.03 LS - 118.63 BT | 58 km Selatan Dompu-NTB | 81 km |
| 04:01:41 | 2.8 | 10.97 LS - 117.66 BT | 210 km Barat Daya Kodi-Sumbabaratdaya-NTT | 60 km |
| 04:20:49 | 1.6 | 8.20 LS - 117.69 BT | 44 km Timur Laut Sumbawa-NTB | 13 km |
| 04:22:43 | 1.7 | 8.14 LS - 117.87 BT | 64 km Timur Laut Sumbawa-NTB | 13 km |
Stasiun geofisika di berbagai daerah terus bersiaga melakukan pemantauan real-time selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi adanya potensi guncangan susulan.