Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Manado melaporkan sebanyak 2.278 aktivitas gempa bumi mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya sepanjang bulan April 2026.
"Berdasarkan distribusi kedalaman hiposenter, aktivitas gempa bumi didominasi oleh gempa bumi dangkal yang terjadi pada kerak bumi bagian atas," kata Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, dilansir dari Antara, Rabu, 20 Mei 2026.
Data stasiun geofisika menunjukkan aktivitas tersebut terdiri atas 2.150 gempa dangkal, 125 gempa menengah, dan dua kejadian gempa dalam. Kekuatan getaran tercatat berada dalam rentang magnitudo M1,6 hingga yang terbesar mencapai M7,6.
Pihak BMKG mengonfirmasi bahwa tingginya intensitas kegempaan dipicu oleh 1.958 aktivitas gempa susulan di Batang Dua, Maluku Utara. Berdasarkan visualisasi peta seismisitas, akumulasi titik episenter berpusat di kawasan Laut Maluku, Teluk Tomini, dan Laut Sulawesi.
Dampak guncangan dilaporkan terasa di berbagai daerah dengan skala intensitas bervariasi. Wilayah Kota Ternate merasakan skala V–VI MMI yang memicu kerusakan ringan, Kecamatan Ibu pada skala V MMI, sedangkan Kota Manado berada pada skala IV–V MMI yang mengejutkan sebagian besar warga.
Getaran dengan skala III MMI juga terdeteksi di Kabupaten Bone Bolango dan Gorontalo Utara. Sementara itu, wilayah Kabupaten Boalemo dan Pohuwato mencatat kekuatan getaran paling rendah pada skala II–III MMI.