BMKG Ingatkan Potensi Megatsunami Ambon Berkaca Tragedi Tahun 1674

BMKG Ingatkan Potensi Megatsunami Ambon Berkaca Tragedi Tahun 1674

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan penguatan langkah mitigasi di wilayah Ambon, Maluku, guna mengantisipasi potensi terulangnya sejarah megatsunami setinggi 100 meter. Peringatan kewaspadaan terhadap siklus bencana geologi ini disampaikan melalui webinar kesiapan bencana pada Selasa, 12 Mei 2026.

Catatan sejarah menunjukkan kawasan timur Indonesia memiliki jejak bencana destruktif yang terjadi pada 17 Februari 1674, jauh sebelum tragedi Aceh 2004. BMKG kini memfokuskan kesiapan masyarakat, terutama di pesisir utara Pulau Ambon, untuk menghadapi ancaman gelombang raksasa tersebut.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, memaparkan bahwa getaran gempa bumi pada abad ke-17 tersebut memicu dampak fatal bagi penduduk pesisir. Peristiwa tersebut dipicu oleh kombinasi aktivitas tektonik dan fenomena alam lainnya.

"Kekuatan gempa juga telah mengakibatkan tsunami yang dahsyat utamanya di pesisir Utara Pulau Ambon," kata Nelly Florida Riama, Deputi Bidang Geofisika.

Ketinggian gelombang pada masa itu dilaporkan mencapai rentang 90 hingga 110 meter, sehingga para ahli mengategorikannya sebagai megatsunami. Berbeda dengan mekanisme umum, fenomena di Ambon diduga kuat akibat kombinasi gempa tektonik dan longsoran tebing bawah laut atau submarine landslide.

Interaksi tersebut mampu melipatgandakan energi gelombang secara drastis dalam waktu singkat, sehingga waktu evakuasi bagi warga menjadi sangat terbatas. Data sejarah kolonial melalui pengamatan ilmuwan Belanda mencatat kerusakan masif dan ribuan korban jiwa di sepanjang Semenanjung Hitu akibat peristiwa ini.

Berdasarkan catatan Georg Eberhard Rumphius, bencana besar tersebut merenggut nyawa sedikitnya 2.000 orang. Data sejarah ini menjadi landasan BMKG dalam memperkuat program Ambon Tsunami Ready sebagai bentuk antisipasi perlindungan penduduk setempat dalam jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi