BMKG Petakan Risiko Bencana Hidrometeorologis Enam Kabupaten Jawa Barat

BMKG Petakan Risiko Bencana Hidrometeorologis Enam Kabupaten Jawa Barat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memetakan tingkat risiko bencana hidrometeorologis di enam kabupaten Jawa Barat yang diprakirakan melanda pada Sabtu, 23 Mei 2026. Langkah ini diambil guna meningkatkan kesiapsiagaan akibat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, kilat, dan angin kencang.

Pertumbuhan masif awan konvektif di koridor barat dan tengah Jawa Barat diprediksi memicu genangan perkotaan serta longsor perbukitan dari sore hingga malam hari. Selain kawasan pegunungan, pergerakan awan hujan dilaporkan bergeser ke arah timur termasuk Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, sebagian Kabupaten Cirebon, serta kawasan Waduk Cirata pada malam hari.

Kondisi atmosfer selama sepekan ke depan dinilai masih mendukung suplai uap air akibat kehangatan suhu muka laut di perairan Indonesia dan keaktifan fenomena Madden-Julian Oscillation di atas Pulau Jawa. Risiko lingkungan dari dinamika cuaca ini diwanti-wanti oleh Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia agar diantisipasi warga.

"Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis," tutur Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia.

Rakhmat memaparkan bahwa ancaman nyata cuaca buruk ini mencakup banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang. Oleh karena itu, warga yang hendak bepergian diminta untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan dan memantau perkembangan cuaca.

"Like perlunya mempertimbangkan kondisi itu dalam perencanaan aktivitas sehingga bisa mempertimbangkan kehati-hati dalam merencanakan aktivitas atau perjalanan baik darat, laut, dan udara dengan memantau informasi cuaca terkini," jelas Rakhmat.

Pihak Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengharapkan warga tetap tenang namun siaga, serta selalu mengikuti instruksi protokol evakuasi dari pemerintah daerah. Berdasarkan data BMKG, Kabupaten Bandung diproyeksikan mengalami hujan sedang bersuhu 19–28 derajat Celsius dengan kelembapan 72–97 persen, sementara Kota Bandung berpotensi hujan ringan bersuhu 21–28 derajat Celsius dengan kelembapan 66–94 persen.

Sebagai konteks historis, dilansir dari regional.kontan.co.id, BMKG sebelumnya juga merilis data prakiraan cuaca Jawa Barat pada Senin, 18 Mei 2026. Data tersebut menunjukkan Kota Bandung berstatus hujan ringan dengan suhu 20–28 derajat Celsius, Kota Sukabumi cerah (21–28 °C), Kota Cirebon berawan (26–32 °C), sedangkan Cianjur (20–26 °C), Garut (18–24 °C), Sumedang (21–28 °C), dan Purwakarta (24–30 °C) seluruhnya berstatus hujan ringan.

Berikut adalah tabel klasifikasi risiko cuaca berdasarkan sebaran wilayah administratif di Jawa Barat untuk persiapan kesiapsiagaan bencana sebagaimana dirilis oleh BMKG:

Data Risiko Cuaca Jawa Barat
Nama KabupatenFokus Area TerdampakPotensi Gangguan Lokasi
PurwakartaArea Waduk & Lingkar LuarAngin kencang perairan dan struktur pohon tumbang
SukabumiPesisir Selatan & PerbukitanGelombang tinggi terbatas dan longsoran tebing
CianjurCianjur Utara & Jalur UtamaPenurunan jarak pandang bagi pengendara jalan raya
BandungBandung Selatan & Hulu SungaiLuapan anak sungai dan genangan di dataran rendah
KuninganLereng Gunung & PerbatasanSuhu dingin ekstrem lokal disertai angin kencang
CirebonWilayah Waled & Pesisir TimurSambaran petir terbuka di area persawahan

Artikel terkait

Rekomendasi