BNI Sekuritas Merekomendasikan Pembelian Saham BUMI secara Teknikal

BNI Sekuritas Merekomendasikan Pembelian Saham BUMI secara Teknikal

Aksi lepas saham oleh investor asing senilai Rp 16,5 miliar melanda PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada Senin (18/5/2026). Meski mengalami tekanan jual, emiten sektor pertambangan ini dinilai memiliki potensi penguatan secara teknikal menuju batas atas pada perdagangan Selasa (19/5/2026).

Analisis pasar dari Stockbit menunjukkan bahwa tekanan jual dari investor asing tersebut bertepatan dengan penurunan harga saham BUMI sebesar 3,7 persen ke level Rp 206 pada hari Senin. Akumulasi data perdagangan bursa memperlihatkan tren penyusutan harga saham BUMI sebesar 2,8 persen dalam sepekan terakhir, merosot 16,9 persen dalam sebulan, dan melemah hingga 43,7 persen sepanjang periode year to date (ytd).

Melihat kondisi pergerakan tersebut, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman memproyeksikan saham emiten grup Bakrie dan Salim ini berpotensi bergerak menuju resistance terdekat. Dilansir dari Investor Daily, analisis teknikal sekuritas menetapkan area beli ideal bagi investor berada pada rentang harga Rp 202 hingga Rp 206.

"BUMI spec buy dengan area beli di 202-206, cutloss di bawah 200. Target dekat di 210-214," tulis BNI Sekuritas pada perdagangan, Selasa (19/5/2026).

Rekomendasi dari BNI Sekuritas tersebut juga menyertakan arahan agar para pelaku pasar tetap melakukan pembatasan kerugian secara disiplin apabila pergerakan harga saham justru merosot melampaui batas psikologis yang telah ditentukan.

Artikel terkait

Rekomendasi