Badan Narkotika Nasional Kota Pekanbaru menyatakan anak seorang bupati di Riau berinisial AF positif mengonsumsi obat terlarang etomidat dan ganja saat pemeriksaan tes urine dalam kasus dugaan pesta narkoba di sebuah tempat hiburan malam.
Hasil pemeriksaan medis yang dilansir dari Suara menunjukkan bahwa AF terpapar ganja secara tidak sengaja akibat menghirup asap di dalam toilet. Atas dasar rekomendasi asesmen tersebut, AF tidak dijatuhi hukuman penjara dan hanya diwajibkan menjalani rehabilitasi rawat jalan sebanyak empat kali.
Kepala BNN Kota Pekanbaru, Wawan memberikan konfirmasi resmi mengenai identitas dan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap anak pejabat daerah tersebut saat mengumumkan status hukumnya.
"Inisial AF, ya. Positif etomidat dan ganja," ujar Wawan.
Pihak otoritas berwenang sempat merasa heran dengan hasil laboratorium yang menunjukkan indikasi zat tersebut di dalam tubuh AF meskipun ada sanggahan dari yang bersangkutan.
"Untuk ganja, ya, dia tidak menggunakan ganja, termasuk keterangan dari dua orang tersangka yang tadi." ujar Wawan.
Pihak BNN Pekanbaru kemudian melakukan interogasi mendalam guna mengetahui penyebab munculnya kandungan ganja dalam hasil tes urine tersebut.
"Saya bilang, kok bisa kamu tidak menggunakan ganja tapi tiba-tiba positif?" ucap Wawan.
Berdasarkan hasil penelusuran kronologi, AF diketahui masuk ke dalam fasilitas toilet umum tempat hiburan malam di saat yang bersamaan dengan dua tersangka lain yang sedang mengonsumsi narkotika.
"Ternyata, si dua orang tersangka yang menggunakan ganja yang tadi, nomor satu dan nomor dua itu, ngisap ganja di dalam toilet," imbuh Wawan.
Pertemuan di dalam ruang toilet tersebut berlangsung secara spontan ketika atmosfer di dalam ruangan sudah dipenuhi oleh asap dari para pengguna.
"Si AF tersebut masuk," ucap Wawan.
Guna memastikan keabsahan argumen kontaminasi udara tersebut, kepala lembaga antinarkotika daerah ini segera melakukan verifikasi ilmiah dengan jajaran tenaga kesehatan.
"Saya tanya ke dokter, apakah bisa memang penyebaran positif ganja dari menghirup? Ternyata bisa." kata Wawan.
Pernyataan medis mengenai penyerapan pasif zat adiktif tersebut diperkuat oleh kesaksian langsung dari para pelaku utama yang ikut ditangkap petugas di lokasi kejadian.
"Dia tidak, pak, yang menggunakan ganja cuman saya aja." ucap Wawan.
Penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai kronologi kontaminasi asap ganja di fasilitas toilet tersebut memicu gelombang respons dan kritik dari sejumlah figur publik pada Rabu, 27 Mei 2026.
"Awalnya lucu, lama-lama capek dianggap tolol terus," kata Ernest Prakasa.
Aktor Jerome Kurnia turut merespons kabar tersebut dengan meninggalkan jejak emoji tertawa terbahak-bahak di kolom komentar media sosial. Sementara itu, opini masyarakat di dunia maya terpantau diwarnai oleh nada kecurigaan dan keheranan atas putusan rehabilitasi rawat jalan bagi anak bupati tersebut.