Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menerbitkan peringatan dini mengenai potensi banjir pesisir atau rob di kawasan pesisir utara Jakarta yang diperkirakan berlangsung pada 14 hingga 21 Mei 2026. Kewaspadaan ini didasarkan pada laporan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang adanya pasang maksimum air laut akibat fase Super New Moon dan Perigee.
Peningkatan tinggi muka air laut berpotensi melanda area seperti Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu, dengan perkiraan puncak pasang pada pukul 20.00–01.00 WIB. Informasi mengenai ancaman luapan air laut ini dilansir dari Otomotif, yang juga menyoroti keluhan para pengendara terkait kondisi Jalan RE Martadinata di Jakarta Utara yang kerap terendam banjir rob setinggi 20 sentimeter.
Pihak berwenang meminta warga meningkatkan kesiapsiagaan dan memeriksa saluran air di lingkungan masing-masing. Pengendara juga diimbau menghindari wilayah rawan banjir dan memindahkan kendaraan ke area yang lebih tinggi sebelum pasang terjadi guna mencegah kerusakan.
“Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan, karena durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut. Pastikan juga sistem drainase di sekitar rumah tetap berfungsi baik untuk menghindari terjadinya genangan air,” ujar Isnawa Adji, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta.
Dampak air rob dinilai berbahaya bagi kendaraan karena kadar garam yang tinggi dapat memicu korosi cepat pada bagian sasis, suspensi, maupun komponen knalpot mobil. Selain merusak struktur fisik logam, air laut juga berisiko mengganggu jalur kelistrikan kendaraan jika tidak segera ditangani.
“Komponen bawah mobil seperti sasis, suspensi, dan knalpot adalah yang paling mudah berkarat. Air rob biasanya menggenang di area tersebut dan garam yang menempel akan mempercepat proses oksidasi,” ujar Lung Lung, pemilik bengkel Dokter Mobil.
Pemilik kendaraan disarankan langsung membilas mobil menggunakan air tawar sesaat setelah melewati genangan rob. Pembersihan secara menyeluruh hingga ke bagian kolong mobil menjadi langkah krusial untuk meluruhkan sisa garam yang menempel pada celah-celah tersembunyi.
“Perkabelan, konektor listrik yang terendam air garam bisa korosi, terus terjadi arus pendek atau gangguan pada sistem elektronik mobil. Ini perlu perhatian khusus karena sulit terdeteksi langsung,” kata Lung Lung.
“Cuci mobil dengan air tawar secara menyeluruh, terutama bagian kolong dan celah-celah tersembunyi. Ini penting untuk menghilangkan sisa garam yang menempel," ujar Lung Lung.
Upaya pembersihan cepat ini menjadi penentu dalam mempertahankan kondisi optimal kendaraan serta mencegah kerusakan yang lebih parah pada komponen elektronik dan mekanis pasca-terjang banjir.