BPBD DKI Jakarta Petakan Sembilan Kecamatan Berpotensi Longsor Mei 2026

BPBD DKI Jakarta Petakan Sembilan Kecamatan Berpotensi Longsor Mei 2026

Sembilan kecamatan di wilayah DKI Jakarta diidentifikasi memiliki potensi gerakan tanah atau tanah longsor oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk periode Mei 2026 berdasarkan analisis tumpang susun peta kerentanan dan prakiraan cuaca BMKG.

Penyusunan peta potensi bencana tersebut diperoleh dari hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang dikeluarkan BMKG, seperti dilansir dari Megapolitan pada Senin (18/5/2026).

Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan bahwa wilayah-wilayah yang tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur tersebut masuk dalam kategori Zona Menengah.

Kecamatan di Jakarta Selatan yang masuk dalam daftar meliputi Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan, sementara untuk wilayah Jakarta Timur mencakup Kramat Jati dan Pasar Rebo.

Pihak BPBD menjelaskan bahwa wilayah dalam Zona Menengah memiliki potensi gerakan tanah tingkat sedang, terutama jika curah hujan berada di atas normal.

Kondisi kerentanan tersebut dilaporkan dapat meningkat pada area yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang mengalami gangguan.

Sebaliknya, pada wilayah dengan Zona Tinggi, potensi gerakan tanah dapat meningkat lebih besar saat curah hujan di atas normal, bahkan dapat memicu kembali aktifnya longsoran lama.

Sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko bencana gerakan tanah di wilayah Jakarta, BPBD DKI Jakarta pun mengimbau lurah, camat, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada periode hujan dengan intensitas tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi