Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memberikan peringatan dini mengenai potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi melanda kawasan utara Jakarta pada periode 14 hingga 21 Mei 2026 mendatang.
Peringatan tersebut diterbitkan melalui kanal informasi resmi lembaga pada Jumat (15/5/2026), sebagai langkah antisipasi terhadap kenaikan permukaan air laut. Kenaikan ini dipicu oleh fenomena astronomi yang memengaruhi gravitasi dan pasang surut air laut di wilayah tersebut.
“Adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan Super New Moon (fase bulan baru dan perigee) pada tanggal 17 Mei 2026, berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta,” tulis BPBD DKI Jakarta sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Sejumlah titik di sepanjang garis pantai Jakarta diminta untuk meningkatkan kewaspadaan guna meminimalkan dampak genangan air yang mungkin timbul selama sepekan ke depan. BPBD menekankan pentingnya kesiapan warga dalam menghadapi situasi ini.
“Masyarakat pesisir pantai utara Jakarta diimbau agar dapat mengantisipasi dampak tersebut,” tulis BPBD.
Daftar wilayah yang masuk dalam zona waspada banjir rob mencakup belasan titik strategis di daratan utara Jakarta serta wilayah kepulauan.
| No | Wilayah Terdampak |
|---|---|
| 1 | Kamal Muara |
| 2 | Kapuk Muara |
| 3 | Penjaringan |
| 4 | Pluit |
| 5 | Ancol |
| 6 | Kamal |
| 7 | Marunda |
| 8 | Cilincing |
| 9 | Kalibaru |
| 10 | Muara Angke |
| 11 | Tanjung Priok |
| 12 | Kepulauan Seribu |
Otoritas penanggulangan bencana juga menyarankan warga untuk terus memperbarui data kondisi perairan melalui situs web resmi mereka. Selain itu, layanan darurat Call Center Jakarta Siaga 112 tetap disiagakan untuk merespons permintaan bantuan dari masyarakat yang terdampak kondisi darurat.