BPJT Siapkan Ulang Rencana Uji Coba MLFF Tol Indonesia

BPJT Siapkan Ulang Rencana Uji Coba MLFF Tol Indonesia

Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum tengah menyusun kembali rencana uji coba sistem pembayaran tol tanpa setop berbasis Multi Lane Free Flow di Indonesia seperti dilansir dari Detik Finance pada Sabtu (6/6/2026).

Langkah pendetailan ini diambil pemerintah bersama Badan Usaha Pelaksana proyek yakni PT Roatex Indonesia Toll System guna memastikan kesiapan penerapan teknologi tersebut dalam ekosistem jalan tol nasional.

Plt Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Komang Rasminiati menjelaskan bahwa koordinasi intensif terus berjalan untuk merumuskan berbagai skenario pengujian.

"Tahap ini kita lagi melakukan pendetailan penyiapan untuk rencana uji coba kembali terhadap sistem ini bisa diaplikasikan nggak terhadap ekosistem jalan tol di Indonesia," sebut Komang dalam media briefing di Kementerian PU, Jakarta Selatan, ditulis Sabtu (6/6/2026).

Evaluasi menyeluruh ini krusial mengingat proyek yang pertama kali dibahas pada 2021 lalu tersebut telah mengalami beberapa kali penundaan implementasi dari target awal.

"Nah, saat ini dari kami tim BPJT sama tim dari pihak BUP, RITS dan juga ada tim pengendali nanti ini sedang menyiapkan penyiapan skenario-skenario untuk mendetailkan yang harus diuji coba kembali untuk memastikan bahwa sistem ini bisa diaplikasikan di ekosistem jalan tol kita," tuturnya.

Sebelumnya, fase pra-uji coba yang meliputi functional test telah dilaksanakan di Jalan Tol Bali Mandara pada akhir Desember 2023 namun belum diterapkan secara luas.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum, Wilan Oktavian menegaskan pada Jumat (17/4/2026) bahwa modernisasi sistem transaksi ini merupakan bagian dari transformasi layanan tol yang dilakukan bertahap.

"Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan," ujar Wilan dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

Artikel terkait

Rekomendasi