BPS Catat Harga Beras Naik di 111 Kabupaten Kota

BPS Catat Harga Beras Naik di 111 Kabupaten Kota

Lonjakan harga beras melanda 111 kabupaten dan kota di Indonesia dengan harga rata-rata nasional mencapai Rp15.324 per kilogram, dilansir dari Money pada Senin (18/5/2026).

Kenaikan komoditas pangan pokok tersebut dipicu oleh menipisnya pasokan di sejumlah wilayah akibat belum masuknya musim panen raya.

"Beras, rata-rata nasional 15.325 rupiah per kilogram, 111 kabupaten kota mengalami kenaikan harga beras," kata Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kementerian Dalam Negeri.

Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa kelangkaan stok menjadi penyebab utama merangkaknya harga beras di beberapa daerah, seperti di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Barat.

"Ini fenomenanya karena stok menipis kemudian ada di situ belum panen karena memang beras masih belum panen," ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Kondisi kurangnya pasokan ini berdampak pada kenaikan harga beras lokal di pasar setempat, seperti jenis siam unus, mayang catur, dan mayang anjir.

"Karena memang beras masih belum panen sehingga barang yang tersedia di pasar masih relatif sedikit," ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Berdasarkan hasil Kerangka Survei Area (KSA) BPS, ketersediaan beras di wilayah Kapuas diproyeksikan baru akan bertambah pada bulan depan.

"Kemungkinan akan naik di bulan Juni," tutur Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Selain Kapuas, penipisan stok juga mengerek harga beras di Kota Palangkaraya, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Terbatasnya pasokan di Palangkaraya disebabkan oleh minimnya hasil panen dari beras varietas lokal seperti mayang hanyar, karang dukuh, dan pangkuh hibrida.

Sementara itu, lonjakan harga di Tanah Laut didorong oleh kenaikan harga gabah, di mana padi tahunan sudah melewati musim panen dan hasil panen padi ciherang belum berdampak besar.

"Pasokan juga tidak banyak dari supplier," bunyi paparan Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Kondisi berbeda terjadi di Hulu Sungai Tengah di mana pemetikan padi sudah berlangsung, namun wilayah lain di Kalimantan Selatan belum memanen sehingga pasokan gabah tetap terbatas.

"Jika melihat di penggilingan harga beras juga mengalami kenaikan," kata Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Kenaikan harga turut merembet ke Kota Denpasar sebesar 2,76 persen secara bulanan akibat lonjakan harga di tingkat petani Jembrana, Badung, Gianyar, dan Denpasar.

"Juga harga dari distributornya mengalami kenaikan," ucap Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Pemerintah sendiri menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium senilai Rp13.500 per kilogram untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi, Bali, dan NTB.

Selanjutnya, HET senilai Rp14.000 per kilogram berlaku di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan, dan NTT, serta Rp15.500 per kilogram untuk Maluku dan Papua.

Untuk mengendalikan harga, Perum Bulog mengonfirmasi telah menggelontorkan 240.000 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Per hari ini, penyaluran beras SPHP oleh Bulog sudah sebanyak 240.000 ton ke berbagai daerah di Indonesia," kata Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Bulog dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).

Artikel terkait

Rekomendasi