BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Mei-Juli 2026 Turun

BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Mei-Juli 2026 Turun

Badan Pusat Statistik memproyeksikan produksi beras nasional pada periode Mei hingga Juli 2026 mengalami penurunan sebesar 1,16 persen menjadi 7,92 juta ton, akibat adanya penyusutan luas panen padi sebesar 0,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dilansir dari Suara pada Selasa (3/6/2026).

Penyusutan tersebut setara dengan berkurangnya produksi sebanyak 0,09 juta ton beras, di mana potensi total produksi ini berasal dari ramalan produksi padi yang mencapai 13,75 ton gabah kering giling (GKG) selama periode tiga bulan tersebut.

Penurunan potensi luas panen padi selama Mei sampai Juli 2026 yang diperkirakan mencapai 2,69 juta hektare tersebut berbanding terbalik dengan kondisi kumulatif Januari hingga Juli 2026, yang justru mencatatkan kenaikan tipis 0,02 persen secara tahunan hingga mencapai 7,20 juta hektare.

"Potensi produksi beras untuk Mei hingga Juli 2026 diperkirakan sebesar 7,92 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,09 juta ton atau 1,16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Pudji Ismartini, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS dalam konferensi pers yang disiarkan virtual.

BPS mencatat bahwa dinamika di lapangan masih sangat dinamis dan angka perkiraan ini belum bersifat final karena faktor alam serta aktivitas pertanian riil di berbagai daerah berpotensi mengubah hasil akhir.

"Angka potensi ini masih dapat berubah tergantung pada kondisi pertanaman padi sepanjang Mei hingga Juli 2026 seperti serangan hama atau organisme pengganggu tanaman, kemudian banjir, kekeringan, serta waktu pelaksanaan panen oleh petani dan lain sebagainya," beber Pudji Ismartini, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS.

Berdasarkan pengamatan Kerangka Sampel Area (KSA) BPS pada April 2026, mayoritas lahan pertanian sebesar 34 persen berada dalam fase standing crop atau sedang ditanami, sementara lahan pertanian non-padi tercatat 22,90 persen, lahan panen 17,37 persen, lahan diberakan 12,45 persen, dan persiapan lahan sebesar 12,27 persen.

"Dari luas standing crop yang ada pada bulan April 2026, mayoritas ada pada fase generatif yaitu sebesar 13,53 persen dan sebagian besar berpotensi dipanen pada Mei 2026," lanjut Pudji Ismartini, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS.

Tanaman padi pada fase generatif umumnya dipanen satu bulan ke depan, diikuti fase vegetatif akhir dalam dua bulan ke depan, dan fase vegetatif awal dalam tiga bulan ke depan, di mana perkembangan budidaya ini juga dipengaruhi oleh curah hujan April 2026 yang dianalisis BMKG mayoritas berada pada kriteria menengah dan tinggi.

Peta lokasi BPS menunjukkan konsentrasi potensi panen Mei sampai Juli 2026 didominasi oleh wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten untuk Pulau Jawa, serta Lampung, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh untuk Pulau Sumatra, ditambah daerah lain seperti Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.

Artikel terkait

Rekomendasi