PT Asuransi Jiwa BRI Life mencatatkan total pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp1,17 triliun pada Kuartal I-2026, Kamis (7/5/2026). Angka tersebut menunjukkan efisiensi karena turun 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1,20 triliun.
Sebagaimana dilansir dari Suara, anak usaha BRI Group ini berhasil menjaga rasio klaim dan manfaat di level 48,9 persen. Capaian ini berada jauh di bawah rata-rata industri asuransi jiwa nasional yang menyentuh angka 78,2 persen pada periode yang sama.
Keberhasilan menekan nilai klaim tersebut dinilai sebagai indikator kesehatan fundamental perusahaan melalui penerapan strategi underwriting yang disiplin. Penurunan nilai pembayaran ini tidak lepas dari seleksi risiko yang lebih ketat terhadap portofolio nasabah.
"Kami terus memperkuat tata kelola risiko dan seleksi portofolio agar pembayaran klaim tetap optimal tanpa mengorbankan pelayanan. Rasio klaim yang terjaga adalah cerminan kesehatan portofolio dan kepercayaan nasabah," ujar Andrew Bain, Direktur Operasional BRI Life.
Pihak manajemen menekankan bahwa kualitas portofolio yang stabil menjadi landasan utama dalam menjalankan operasional bisnis. Hal ini dilakukan demi memastikan keberlanjutan perlindungan bagi seluruh pemegang polis asuransi.
"Kami ingin memastikan setiap premi yang dibayar nasabah kembali dalam bentuk proteksi yang tepat guna," kata Andrew Bain.
Penerapan manajemen risiko yang ketat tersebut diklaim sebagai kunci untuk menjaga ketahanan finansial perusahaan di tengah dinamika pasar. Struktur kepemilikan saham perusahaan saat ini dikuasai oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 51 persen.
Selain BRI, saham lainnya dimiliki oleh FWD Management Holdings Limited sebesar 43,96 persen dan YKP BRI sebesar 5,04 persen. Melalui komposisi ini, perusahaan tetap optimis terhadap pertumbuhan bisnis jangka panjang.
"Pencapaian ini membuktikan BRI Life sebagai mitra proteksi tepercaya dengan pengelolaan keuangan yang sangat sehat," tutup Andrew Bain.