PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatatkan diri sebagai penyalur terbesar Kredit Program Perumahan (KPP) di tingkat nasional hingga Mei 2026. Realisasi pembiayaan yang disalurkan oleh bank milik pemerintah tersebut telah menyentuh angka Rp9,21 triliun.
Jumlah pembiayaan dari bank BUMN ini setara dengan 54,6 persen dari total penyaluran KPP secara keseluruhan di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Keuangan. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa capaian tersebut didukung penuh oleh luasnya jaringan kerja perseroan.
Badan usaha milik negara ini tercatat mengoperasikan lebih dari 7.500 titik layanan kerja yang tersebar di berbagai wilayah tanah air. Kehadiran jaringan yang masif tersebut diklaim membuat distribusi program pembiayaan rumah menjadi lebih merata di daerah.
"Dengan jaringan tersebut, program ini dapat dijalankan secara merata sejalan dengan sebaran layanan BRI di berbagai daerah. Masyarakat maupun nasabah pun dapat mengakses program ini melalui seluruh jaringan cabang BRI," kata Hery dalam keterangan resminya, Sabtu (6/6/2026).
Selain menyalurkan KPP, perseroan juga memperkuat pembiayaan untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi segmen rumah subsidi. Realisasi akad program FLPP yang berhasil difasilitasi oleh bank ini telah mencapai 12.500 unit hunian hingga 25 Mei 2026.
Langkah ekspansi ini dilakukan demi memperluas akses masyarakat dalam memperoleh hunian yang terjangkau. Melalui perluasan akses pembiayaan tersebut, perseroan berkomitmen penuh dalam mendukung target pemerintah untuk mendongkrak angka kepemilikan rumah di Indonesia.
Manajemen perseroan juga menegaskan kesiapan mereka dalam mengawal segala bentuk regulasi baru pemerintah di sektor properti. Dukungan tersebut salah satunya diarahkan pada rencana penerapan kebijakan perpanjangan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan jangka waktu hingga 40 tahun.