BRI Salurkan Kredit Sosial Rp 718,8 Triliun Hingga Maret 2026

BRI Salurkan Kredit Sosial Rp 718,8 Triliun Hingga Maret 2026

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan penyaluran Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) atau social loan sebesar Rp 718,8 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini mencakup 53 persen dari total kredit yang disalurkan perseroan, sebagaimana dilansir dari Lestari pada Rabu (30/4/2026).

Penyaluran dana tersebut difokuskan pada penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini diambil sebagai upaya memperluas jangkauan inklusi keuangan di masyarakat serta mendorong terciptanya lapangan kerja baru melalui pemberdayaan pelaku usaha kecil.

Wakil Direktur Utama BRI, Viviana Dyah Ayu R.K., memberikan penjelasan mengenai integrasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam operasional bank. Penegasan ini disampaikan dalam agenda konferensi pers kinerja keuangan BRI Triwulan I 2026 di Jakarta.

"Keberlanjutan di BRI tidak lagi sekadar memenuhi aspek kepatuhan terhadap regulasi, melainkan telah terintegrasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan," ujar Viviana Dyah Ayu R.K., Wakil Direktur Utama BRI.

Selain sektor sosial, BRI mengalokasikan dana untuk Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL). Kredit hijau atau green loan yang disalurkan mencapai Rp 96,6 triliun, yang setara dengan 7,1 persen dari keseluruhan portofolio kredit perusahaan.

Alokasi dana lingkungan tersebut menyasar berbagai bidang strategis seperti pengembangan energi terbarukan dan pembangunan transportasi rendah emisi. Sektor bangunan hijau serta inisiatif ekonomi rendah karbon lainnya juga menjadi prioritas dalam mendukung transisi energi nasional.

Sisi pendanaan berkelanjutan pun terus diperkuat oleh perseroan melalui sustainable wholesale funding. Hingga kuartal I 2026, total pendanaan di sektor ini mencapai Rp 39,3 triliun atau setara dengan 78,2 persen dari total wholesale funding yang dimiliki BRI.

Strategi ini dipandang krusial oleh manajemen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang bersifat inklusif. Sektor perbankan kini menempati posisi strategis dalam menyelaraskan produktivitas ekonomi dengan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan sosial di tengah perhatian global terhadap isu keberlanjutan.

Artikel terkait

Rekomendasi