PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan yang signifikan pada awal tahun ini. Dikutip dari Keuangan, pembiayaan tersebut telah tersalurkan sepenuhnya sejak awal Mei 2026 karena tingginya permintaan dari masyarakat.
Padahal pada awal 2026, pihak perbankan baru saja memperoleh kuota awal KUR perumahan sebesar Rp 8 triliun dari pemerintah. Lonjakan permintaan dari konsumen membuat alokasi dana tersebut habis dalam waktu singkat.
Hingga 25 Mei 2026, akumulasi realisasi penyaluran KUR perumahan oleh bank bUMN ini telah menyentuh angka Rp 9,2 triliun. Jumlah pendanaan tersebut disalurkan untuk membiayai total 12.500 unit akad perumahan.
Pemerintah sendiri saat ini telah menambah total kuota menjadi Rp 12 triliun. Melalui penambahan bangku anggaran tersebut, maka pencapaian penyaluran yang dilakukan oleh perseroan sekarang telah menyentuh kisaran 76% dari target pagu terbaru.
Apabila dibedah secara lebih mendalam, pembiayaan dari sisi supply atau penawaran tercatat berada di angka Rp 1,1 triliun. Dana pada sektor ini dialokasikan kepada 752 nasabah debitur.
Sementara itu, pergerakan dari sisi demand atau permintaan mendominasi dengan capaian sebesar Rp 8,1 triliun. Pembiayaan pada sektor hilir ini disalurkan kepada 66.576 nasabah debitur.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa capaian tersebut menjadi bukti dukungan perseroan terhadap program pemerintah dalam mendorong sektor perumahan nasional.
"Dengan kecepatan kami, BRI bisa mendukung program KUR perumahan dengan baik," ujar Hery dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Di sisi lain, pergerakan secara nasional juga menunjukkan tren yang positif. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa secara nasional realisasi KUR perumahan telah mencapai Rp 16,8 triliun hingga Mei 2026.
Jika melihat dari aspek penawaran secara nasional, angka penyaluran menyentuh Rp 4,8 triliun untuk 1.875 nasabah debitur. Sedangkan dari aspek permintaan, total dana yang mengalir mencapai Rp 11,99 triliun untuk 78.001 nasabah debitur.
Kepastian Suku Bunga Subsidi
Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, juga memastikan bahwa suku bunga KUR perumahan tetap dipertahankan meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026.
Kebijakan ini diambil demi menjaga keterjangkauan masyarakat luas terhadap hunian yang layak. Saat ini, program KUR perumahan menawarkan subsidi bunga sebesar 5% bagi debitur.
"Sampai hari ini tidak ada niat untuk menaikkan bunga KUR," tegas Ara.