PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi mencatatkan saham perdana di papan Syariah Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 10 April 2026. Perusahaan jasa transportasi terintegrasi ini melepas 1,8 miliar lembar saham ke publik guna memperkuat ekspansi bisnis dan modal kerja di sektor logistik nasional.
Langkah penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) ini mencakup sekitar 20,75 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Dilansir dari Stocksetup, harga saham emiten berkode WBSA ini ditetapkan sebesar Rp168 per lembar, sehingga total dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp302 miliar.
Perusahaan yang berbasis di Jakarta Timur ini memiliki rekam jejak keuangan yang signifikan dengan perolehan pendapatan sekitar Rp1,54 triliun hingga September 2025. WBSA beroperasi di berbagai lini bisnis, mulai dari angkutan multimoda, pengurusan transportasi atau freight forwarding, hingga penyediaan fasilitas cold storage untuk kebutuhan farmasi dan pangan.
Manajemen berencana mengalokasikan dana hasil IPO tersebut untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, termasuk akuisisi perusahaan logistik lain serta pengembangan operasional harian. Struktur pemegang saham perseroan saat ini dikendalikan oleh Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd. asal Singapura dan memiliki afiliasi strategis dengan grup Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek).
| Keterangan | Detail Informasi |
|---|---|
| Jumlah Saham Ditawarkan | 1.800.000.000 Lembar |
| Persentase Saham Publik | 20,75% |
| Harga Penawaran per Saham | Rp168 |
| Target Perolehan Dana | Rp302 Miliar |
| Tanggal Pencatatan di BEI | 10 April 2026 |
WBSA memposisikan diri dalam rantai pasok dari hulu ke hilir untuk menangkap peluang dari meningkatnya aktivitas distribusi barang dan e-commerce. Layanan yang ditawarkan mencakup pengiriman domestik maupun internasional dengan konsep logistik terintegrasi atau end-to-end supply chain.