PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. menyalurkan pembiayaan senilai Rp198 miliar untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada Selasa (12/5/2026). Langkah strategis ini merupakan bagian dari kontribusi perseroan dalam mempercepat realisasi program ekonomi unggulan pemerintah pusat.
Dukungan finansial tersebut diperuntukkan bagi operasional sekitar 211 dapur Makan Bergizi Gratis yang tersebar di berbagai wilayah. Sebagaimana dilansir dari Finansial, bank dengan kode saham BRIS ini juga menyediakan sistem manajemen kas dan virtual account guna mempermudah transaksi harian mitra Badan Gizi Nasional.
Direktur Risk Management BSI, Grandhis Helmi Harumansyah menjelaskan bahwa jangkauan layanan bank telah menyentuh lebih dari 1.600 titik dapur. Sebaran fasilitas ini mayoritas terpusat di Provinsi Aceh, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatra Barat untuk memastikan distribusi gizi tepat sasaran.
"Sampai dengan saat ini, kita telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp198 miliar," kata Grandhis dalam Konferensi Pers Kinerja Kuartal I/2026 secara virtual.
Selain program gizi, BSI mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp2,61 triliun hingga akhir Maret 2026. Dana tersebut telah terserap oleh sekitar 17.700 nasabah yang bergerak di sektor koperasi maupun usaha produktif di seluruh Indonesia.
Pada sektor properti, perseroan melaporkan pertumbuhan outstanding Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan yang kini mencapai Rp5,72 triliun. Khusus pada kuartal pertama tahun ini, pembiayaan baru senilai Rp145,7 miliar telah diberikan kepada 894 nasabah penerima manfaat.
"Secara berkelanjutan, dapat kami sampaikan juga bahwa outstanding FLPP terus meningkat di BSI, dari Rp5,4 triliun pada 2024, hari ini kami duduk di outstanding sebesar Rp5,72 triliun di Maret 2026," tutur Grandhis.
Komitmen terhadap hunian rakyat juga diwujudkan melalui Kredit Program Perumahan yang menyasar pengembang dengan nilai penyaluran Rp4,7 miliar. Sementara itu, untuk segmen UMKM, bank telah menyalurkan dana sebesar Rp360 miliar kepada 1.131 debitur.
Manajemen menegaskan akan terus meningkatkan akses pembiayaan yang inklusif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya ini dilakukan seiring dengan penguatan peran perbankan syariah dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui berbagai sektor strategis.