PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mengalokasikan pembiayaan senilai Rp198 miliar untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Kuartal I 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap agenda prioritas pemerintah. Penyaluran modal tersebut dibarengi dengan penyediaan layanan operasional bagi pengelola dapur program tersebut di berbagai wilayah Indonesia.
Data kinerja yang dilansir dari Money menunjukkan bahwa ekspansi pembiayaan perseroan tidak hanya menyasar sektor pangan, tetapi juga mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan perumahan subsidi. Realisasi KUR BSI pada periode yang sama telah menjangkau lebih dari 17.732 pelaku UMKM dengan nilai penyaluran mencapai Rp2,61 triliun.
Direktur Risk Management BSI, Grandhis Helmi Harumansyah menjelaskan bahwa perseroan telah menjalin kerja sama dengan ratusan titik dapur pengelola program makan gratis, khususnya di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat pada Selasa (12/5/2026).
"BSI telah mempunyai eksposur kurang lebih kepada sekitar 211 dapur MBG dengan total pembiayaan yang juga mencapai hampir Rp 200 miliar," ujar Grandhis Helmi Harumansyah, Direktur Risk Management BSI.
Grandhis juga memaparkan kontribusi bank dalam mendukung visi pembangunan jangka panjang pemerintah melalui keterlibatan aktif di berbagai sektor ekonomi strategis nasional.
"BSI berkontribusi aktif terhadap Astacita Pemerintah dan juga mendukung program perekonomian pemerintah," kata Grandhis Helmi Harumansyah, Direktur Risk Management BSI.
Selain program gizi, BSI mencatatkan performa signifikan pada sektor logam mulia setelah resmi beroperasi sebagai bank bullion pertama di Indonesia sejak Februari 2025. Perseroan kini mengelola aset emas dalam jumlah besar melalui berbagai skema produk investasi dan proteksi nilai.
"Sampai dengan hari ini dari lini bisnis bullion yaitu tabungan emas, cicil emas, dan juga gadai emas. Diinisiasi dan dijalankan oleh BSI berjalan dengan baik," tutur Grandhis Helmi Harumansyah, Direktur Risk Management BSI.
Di sektor pembiayaan rumah subsidi, perseroan telah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp145,7 miliar untuk hampir 900 unit hunian. Total kumulatif pembiayaan rumah subsidi yang dikelola BSI saat ini telah menyentuh angka Rp5,7 triliun, ditambah alokasi dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah sebesar Rp10 triliun.