PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) merombak jajaran manajemen dengan mengangkat Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis sebagai Komisaris Independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026.
Langkah strategis ini bertujuan memperkuat penerapan nilai-nilai syariah seiring ambisi perusahaan menjadi pemain global, menggantikan pakar ekonomi syariah Muhammad Syafii Antonio. Sebagaimana dilansir dari Suara, penyegaran ini juga melibatkan penunjukan mantan Direktur Utama BNI, Sigit Pramono, ke jajaran Dewan Komisaris.
Cholil Nafis memiliki rekam jejak panjang di industri keuangan dengan sertifikasi pengawas syariah dari DSN-MUI dan Bank Indonesia sejak 2012. Ia pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas Syariah di PT Pegadaian Syariah dan Sekretaris Badan Wakaf Indonesia Pusat.
Figur ulama lulusan Universitas Malaya dan Universitas Oxford ini juga dikenal kritis terhadap kebijakan internasional, termasuk saat memberikan saran terkait Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Istana Kepresidenan pada Maret 2026.
"Kalau kita minta ini tidak efektif, ya keluar saja. Penggagasnya juga tidak memberikan gambaran baik track record maupun sekarang yang memihak terhadap perdamaian," tegas Cholil Nafis, Wakil Ketua Umum MUI.
Meskipun RUPST telah menetapkan nama-nama tersebut, masa jabatan Cholil Nafis dan Sigit Pramono baru akan dimulai secara resmi setelah melewati uji kelayakan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Keputusan RUPS mengenai pengangkatan dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris Perseroan juga menetapkan saat mulai berlakunya pengangkatan dan pemberhentian tersebut," tulis manajemen BSI, dalam keterbukaan informasi.
Penunjukan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis BSI yang sedang meningkat dengan kepatuhan prinsip syariah yang lebih ketat di masa depan.