PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatatkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi syariah sebanyak 16.523 unit hingga April 2026 untuk mendukung Program 3 Juta Rumah pemerintah. Pencapaian ini membuat BSN menguasai 84 persen pangsa pasar KPR Subsidi Syariah di Indonesia.
Data kinerja periode Januari hingga April 2026 menunjukkan bahwa realisasi tersebut setara dengan total plafon pembiayaan mencapai Rp2,7 triliun. Pembiayaan ini disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagaimana dilansir dari Kompas.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menjelaskan bahwa peningkatan realisasi pembiayaan yang terjadi setiap tahun merupakan bukti konsistensi perusahaan dalam membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mendapatkan hunian.
"Konsistensi dan komitmen BSN dalam menyalurkan KPR Subsidi untuk MBR terus tercermin pada peningkatan kinerja realisasi setiap tahunnya. Sebelumnya di 2025 realisasi KPR subsidi sebesar 59.463 unit, tahun ini kita targetkan sebanyak 73.700 unit. Ini bentuk komitmen mendukung Program 3 Juta Rumah," kata Alex Sofjan Noor, Direktur Utama BSN.
Pertemuan antara jajaran direksi BSN dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, pada Rabu (13/5/2026) di Jakarta, turut membahas persiapan sumber daya manusia dan peta jalan perusahaan. Secara keseluruhan, BSN menempati posisi kedua sebagai penyalur KPR Subsidi nasional dengan total pangsa pasar 23,4 persen.
Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi atas pertumbuhan tersebut dan merasa yakin bahwa target yang ditetapkan perusahaan untuk tahun ini dapat terpenuhi tepat waktu.
"Terima kasih Pak Dirut Bank BSN. Untuk target yang 73.700 (unit), saya optimis tercapai sesudah melihat langkah-langkah, SDM yang dipersiapkan, juga peta jalan BSN. Ini ini sudah nomor dua sesudah BTN, jadi ini perdana untuk penggarapan Kota Baru nanti," ujar Maruarar Sirait, Menteri PKP.
Guna mempercepat target strategis, BSN juga didorong untuk mengimplementasikan Program KUR Perumahan dengan nilai mencapai Rp500 miliar. Program ini diprediksi akan mulai beroperasi dalam dua bulan mendatang setelah mendapatkan dukungan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pihak manajemen BSN menyatakan saat ini tengah menyiapkan skema pembiayaan untuk rumah tapak dan rumah susun subsidi sesuai dengan regulasi terbaru yang berlaku. Proyek pengembangan Kota Baru di Kabupaten Tangerang menjadi salah satu fokus utama yang akan dikerjakan di atas lahan seluas 4,5 hingga 5 hektar.
"Proses KUR Perumahan akan dijalankan oleh BSN. Persiapannya sudah sangat matang. Nanti juga ada langkah untuk rumah tapak dan rumah susun subsidi yang aturannya sudah dikeluarkan," tambah Alex Sofjan Noor, Direktur Utama BSN.
Rencana pembangunan Kota Baru tersebut mencakup kawasan terpadu yang akan dilengkapi dengan fasilitas kesehatan, pendidikan, sarana olahraga, hingga tempat ibadah. Selain itu, pemerintah sedang merancang simulasi tenor KPR hingga 40 tahun bagi pekerja muda dari kalangan PNS, TNI, dan Polri sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
"BSN berkomitmen untuk dapat menyalurkan KPR Subsidi skema FLPP sebanyak 73.700 unit di tahun 2026 ini melalui berbagai inovasi layanan digital dan penguatan kolaborasi dengan ekosistem properti," pungkas Alex Sofjan Noor, Direktur Utama BSN.