PT Bank Syariah Nasional (BSN) menargetkan realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 73.300 unit rumah sepanjang tahun 2026. Target tersebut ditetapkan untuk memperkuat akses pembiayaan hunian subsidi bagi masyarakat, sebagaimana dilansir dari Kompas pada Rabu (13/5/2026).
Rencana strategis ini mengemuka pasca pertemuan antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor di Menara BTN I. Dialog tersebut berfokus pada kolaborasi pembiayaan rumah susun subsidi di area perkotaan serta akselerasi penyaluran FLPP nasional.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa pemerintah terus memacu sinergi lintas sektor guna mempercepat realisasi program perumahan nasional. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
“Visi Presiden Prabowo adalah membangun rumah susun subsidi di perkotaan, aturannya juga sedang dibuat dan saya ingin disosialisasikan dan digolkan dengan adanya partisipasi BSN,” ujar Maruarar Sirait, Menteri PKP.
Maruarar menilai BSN memiliki kapasitas signifikan sebagai penggerak pembiayaan perumahan karena posisinya sebagai bank syariah terbesar kedua dari sisi aset. Kepemilikan 99 persen saham BSN oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk turut memperkuat fokus perusahaan di sektor ini.
“Untuk rumah tapak, BSN saya beri nilai 9 dan untuk rumah susun kalau bisa saya beri nilai 9 juga untuk tahun ini dengan cara BSN dapat merekrut orang-orang yang berkompeten, cepat, loyal dan efektif terhadap program rumah susun ini. Tentunya dengan semangat dan kerja keras,” kata Maruarar Sirait, Menteri PKP.
Pemerintah juga mendorong BSN untuk memperluas jangkauan pada skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan dengan target pengajuan Rp 500 miliar. Maruarar menekankan pentingnya efisiensi dan kecepatan dalam birokrasi melalui konsep Governmentpreuner yang ia kembangkan.
“Saya mengembangkan Governmentpreuner di Kementerian saya (PKP) dengan menggabungkan pemerintah dan swasta dalam hal kecepatan dan efisiensi karena saya juga punya tanggung jawab kepada Presiden Prabowo untuk memastikan program berjalan dengan baik,” ujar Maruarar Sirait, Menteri PKP.
Berdasarkan data operasional, BSN telah merealisasikan 16.523 unit rumah hingga April 2026, yang menempatkan institusi ini sebagai penyalur FLPP terbesar kedua di Indonesia. Direktur Utama BSN menyatakan kesiapan perusahaan dalam menyukseskan target pemerintah melalui inovasi ekosistem digital.
“Minat masyarakat terhadap perumahan cukup besar dan sangat kelihatan core fokusnya BSN ini pada FLPP. Kami mendukung program perumahan yang menjadi visi Bapak Presiden Prabowo,” ujar Alex Sofjan Noor, Direktur Utama BSN.
Alex menambahkan bahwa pihaknya akan mempererat kerja sama dengan para pengembang untuk memastikan pembiayaan yang lebih inklusif. Transformasi layanan juga terus dilakukan guna mempermudah akses masyarakat terhadap produk perumahan syariah.
“Untuk inovasi kami akan menggandeng ekosistem perumahan, memperkuat kolaborasi dengan developer, mendorong pembiayaan perumahan yang inklusif dan mengembangkan digitalisasi produk dan layanan,” ujar Alex Sofjan Noor, Direktur Utama BSN.