Bank Tabungan Negara secara resmi mempercepat langkah transformasi bisnisnya melalui penguatan ecosystem banking. Langkah strategis ini diambil perseroan guna memperbesar penghimpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA).
Selain itu, strategi ini bertujuan meningkatkan volume transaksi nasabah serta memperkuat sumber pendapatan berkelanjutan atau fee-based income. Upaya tersebut dilakukan di tengah kondisi persaingan likuiditas perbankan yang semakin ketat, seperti dilansir dari Keuangan.
Direktur Utama Bank Tabungan Negara, Nixon LP Napitupulu mengungkapkan bahwa industri perbankan saat ini dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang baru dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Dinamika ketegangan geopolitik global menuntut industri perbankan untuk adaptif. Bank tidak lagi sekadar mengandalkan strategi penghimpunan dana tradisional yang berbasis pada adu suku bunga tinggi atau interest rate-driven funding.
Sebaliknya, perbankan harus mampu menangkap arus transaksi dan aktivitas ekonomi nasabah secara lebih luas dan terintegrasi.
"Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional. Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian (daily transaction banking) nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar Nixon dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6/2026).
Nixon melanjutkan, untuk mengimplementasikan strategi penguatan CASA tersebut, bank yang fokus pada pembiayaan properti ini memanfaatkan kekuatan utamanya. Jaringan yang dioptimalkan yakni ekosistem perumahan yang selama ini menjadi keunggulan komparatif perseroan.
Ekosistem hulu-ke-hilir ini mencakup para pengembang (developer), kontraktor, toko bangunan, notaris, dan agen properti. Selain itu, jaringan juga melibatkan komunitas penghuni perumahan hingga seluruh jaringan usaha turonan yang terhubung dengan sektor real estat.
Melalui pendekatan ekosistem yang komprehensif, BTN tidak lagi membatasi diri hanya pada pembiayaan kepemilikan rumah (KPR). Perseroan kini memperluas portofolio layanannya ke berbagai aktivitas finansial yang lebih luas.
Layanan tersebut meliputi payroll (penggajian), Cash Management System (CMS) untuk pengelolaan kas korporasi, serta solusi layanan perbankan digital. BTN juga menyediakan pembiayaan modal kerja bagi pelaku usaha dan solusi keuangan terintegrasi bagi komunitas di dalam ekosistem.
Transformasi ini juga menyentuh aspek struktural operasional perseroan selain memperluas lini produk. BTN mendorong reposisi fundamental jaringan kantor cabangnya di berbagai daerah untuk diubah menjadi pusat pengembangan ekosistem bisnis atau business ecosystem hub.
Nixon juga menjelaskan kantor cabang BTN tidak lagi hanya berfungsi secara pasif sebagai sales outlet atau tempat penjualan produk semata.
Jaringan fisik ini harus bertransformasi menjadi motor penggerak utama dalam akuisisi bisnis baru di daerah. Langkah dijalankan melalui pemetaan potensi wilayah yang presisi, pembinaan komunitas usaha lokal, serta penciptaan sumber pertumbuhan baru berbasis karakteristik ekonomi setempat.
Langkah penyegaran ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) strategi jangka panjang BTN. Tujuannya untuk memperkokoh struktur pendanaan bank, meningkatkan keterikatan nasabah (customer engagement), sekaligus mendiversifikasi serta memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi.
"BTN memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh banyak bank lain, yaitu ekosistem perumahan yang sangat masif. Potensi besar inilah yang akan kami optimalkan secara penuh menjadi sumber mesin pertumbuhan baru, baik dari sisi peningkatan volume transaksi, penguatan rasio dana murah, maupun pengembangan layanan keuangan yang jauh lebih terintegrasi," kata Nixon.
Tidak berhenti pada sektor properti, BTN juga menargetkan perluasan penetrasi ecosystem banking ke berbagai sektor strategis non-perumahan lainnya. Sektor yang dibidik memiliki perputaran arus kas tinggi dan keterikatan kuat dengan kebutuhan harian masyarakat.
Beberapa sektor potensial yang kini tengah dipacu formulasinya antara lain sektor pendidikan seperti sekolah dan universitas, serta sektor kesehatan seperti rumah sakit dan klinik. Ekosistem juga akan menyasar pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta berbagai komunitas bisnis lokal.
Lewat ekspansi ini, BTN optimistis dapat membangun fondasi bisnis yang lebih tangguh, terdiversifikasi, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.