BTN Ubah Strategi Pendanaan Guna Perkuat Ekosistem Perbankan

BTN Ubah Strategi Pendanaan Guna Perkuat Ekosistem Perbankan

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengubah strategi penghimpunan dana dari persaingan suku bunga tinggi menjadi penguatan ekosistem perbankan di Jakarta pada Rabu (3/6/2026).

Langkah transformasi ini diambil untuk mendongkrak dana murah atau current account savings account (CASA), volume transaksi nasabah, serta pendapatan berbasis komisi.

Dilansir dari Suara, strategi ekosistem perumahan tersebut berhasil mendorong pertumbuhan dana murah BTN secara konsolidasi sebesar 8,20 persen secara tahunan hingga April 2026.

Nilai CASA perseroan meningkat menjadi Rp216,02 triliun dari Rp199,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu di tengah ketatnya likuiditas perbankan.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa industri perbankan saat ini sedang menghadapi tantangan baru akibat dinamika ekonomi global dan persaingan ketat dalam menghimpun dana pihak ketiga.

Menurutnya, strategi pendanaan konvensional yang mengandalkan suku bunga tidak lagi mumpuni untuk menjaga pertumbuhan bisnis bank dalam jangka panjang.

"Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional. Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian (daily transaction banking) nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN.

Dalam memperkuat pendanaan, BTN mengoptimalkan jaringan ekosistem perumahan yang melibatkan pengembang properti, kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, hingga komunitas penghuni perumahan.

Layanan perseroan kini diperluas ke sektor payroll, Cash Management System (CMS), layanan digital banking, pembiayaan modal kerja, hingga solusi keuangan bagi pelaku usaha real estat.

Perubahan juga diterapkan pada fungsi kantor cabang yang dialihkan menjadi pusat pengembangan ekosistem bisnis atau business ecosystem hub untuk memetakan potensi ekonomi lokal.

Pihak manajemen menilai penguatan konsep ini akan memperkokoh struktur pendanaan, meningkatkan keterikatan nasabah, dan memperbesar kontribusi fee-based income.

"BTN memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh banyak bank lain, yaitu ekosistem perumahan yang sangat masif. Potensi besar inilah yang akan kami optimalkan secara penuh menjadi sumber mesin pertumbuhan baru, baik dari sisi peningkatan volume transaksi, penguatan rasio dana murah, maupun pengembangan layanan keuangan yang jauh lebih terintegrasi," kata Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN.

Selain sektor properti, BTN kini mulai menyasar sejumlah sektor lain yang memiliki perputaran transaksi tinggi demi memperluas cakupan bisnisnya.

Beberapa sektor baru yang dibidik oleh perseroan meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai komunitas bisnis lokal.

Artikel terkait

Rekomendasi