Bulog Catat Stok Cadangan Beras Capai 5,37 Juta Ton

Bulog Catat Stok Cadangan Beras Capai 5,37 Juta Ton

Perum Bulog mencatat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menembus angka 5,37 juta ton hingga 18 Mei 2026, yang menjadi capaian tertinggi dalam sejarah Indonesia. Informasi tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta Pusat pada Selasa (19/5/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

"Stok total tahun 2025 sampai dengan 18 Mei mencapai 5,37 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia Pemerintah," ujar Sudaryono dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).

Penyerapan gabah petani terus dimaksimalkan oleh pemerintah melalui Perum Bulog demi memenuhi Instruksi Presiden (Inpres). Melalui kebijakan tersebut, instansi ini ditargetkan untuk menyerap gabah kering panen (GKP) yang setara dengan 4 juta ton beras.

Realisasi serapan beras secara nasional kini telah menyentuh angka 2,8 juta ton hingga 18 Mei 2026. Berdasarkan data tersebut, Perum Bulog masih harus mengejar kekurangan sebesar 1,2 juta ton beras lagi demi memenuhi target yang ditetapkan.

Optimisme tinggi tetap diusung oleh Kementerian Pertanian bahwa target pengadaan gabah pada tahun ini dapat terpenuhi secara optimal. Hal tersebut didasari oleh estimasi luas serta potensi panen raya yang dinilai masih sangat besar.

"Potensi luas panen bulan Mei mencapai 929.000 hektar atau 2,75 juta ton beras dan luas panen bulan Juni di tahun ini 841.000 ha atau setara 2,47 juta ton," jelas Sudaryono.

Kapasitas total dari seluruh gudang penyimpanan yang dikelola oleh Perum Bulog saat ini dilaporkan mampu menampung hingga 6,17 juta ton beras. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memaparkan bahwa ruang simpan yang tersisa di gudang saat ini adalah sebesar 806 ribu ton.

"Untuk menjaga mutu, Bulog juga melaksanakan kerjasama dengan BRIN dengan teknologi AEET BRIN. Teknologi untuk memperkuat mutu, memperpanjang masa simpan, serta mendukung ketahanan pangan," ujar Rizal.

Artikel terkait

Rekomendasi