Perum Bulog mengusulkan penggunaan stok cadangan beras pemerintah (CBP) untuk tunjangan natura Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri demi mempercepat penyerapan di tengah stok yang melimpah. Langkah ini diambil karena jumlah ketersediaan beras saat ini dilaporkan mencapai 5,37 juta ton, seperti dilansir dari Detik Finance.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mendorong penambahan dua saluran utama distribusi, yaitu pasar umum sebesar 4,3 juta ton dan pasar khusus sebanyak 1,3 juta ton. Bulog merinci kebutuhan penyaluran tersebut saat menggelar rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI pada Selasa (19/5/2026).
"Untuk pasar umum ini kami usulkan kalau diizinkan, kami saran untuk kebutuhan ASN, TNI Polri, dan dalam bentuk Natura sekitar 2,8 juta ton per tahun," ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog.
Selain alokasi untuk pegawai negara, Bulog juga mengajukan pasokan bahan baku program makan bergizi gratis (MBG) sebanyak 1,5 juta ton per tahun. Perusahaan pelat merah tersebut tercatat sudah menggelontorkan sekitar 1 juta ton beras untuk mendukung program makan bergizi.
"Penyaluran tersebut direncanakan pada Agustus sampai dengan November 2026 kepada 33,5 juta penerima bantuan pangan menggunakan data alokasi Februari 2026," tambah Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog.
Realisasi distribusi beras Bulog saat ini mencakup program SPHP sebesar 235.815 ton dan bantuan pangan 216.808 ton. Penanggulangan bencana alam menyerap 11.295 ton, golongan anggaran 29.064 ton, program MBG 1 juta ton, serta Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih sebesar 233 ton.
Sebelumnya, rencana mengembalikan jatah jaminan beras ini juga sempat disampaikan saat peninjauan ke gudang penyimpanan di Jakarta Utara pada Rabu (6/5/2026). Bulog berencana menyediakan jenis beras medium untuk program penyaluran tunjangan tersebut.
"Kami akan mencoba terobosan ke depan mudah-mudahan kalau memang dapat restu, dulu-dulu kita TNI, Polri, maupun ASN itu dapat natura. Nah, mumpung beras Bulog itu melimpah, kami sarankan untuk ke depannya TNI, Polri, dan ASN juga mendapat beras Bulog seperti natura zaman-zaman dahulu. Jenis berasnya medium," ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog.