Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi memberikan apresiasi atas penyelenggaraan bakti sosial khitan massal gratis bertajuk "Khitan Ceria untuk Negeri" di Masjid Al Hanifiyah, Desa Tanjung Karang, pada Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang digagas Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKI) ini menyasar keluarga yang sedang bangkit secara ekonomi.
Pemerintah daerah menilai aksi sosial tersebut sangat membantu warga yang terdampak tekanan ekonomi pascabencana. Puluhan anak didampingi orang tua mereka telah memadati lokasi sejak pagi hari untuk mendapatkan layanan medis tersebut secara cuma-cuma.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Aceh Tamiang, kami mengucapkan terima kasih kepada ASDOKI beserta seluruh dokter dan tenaga medis yang telah hadir dan peduli kepada masyarakat kami," ujar Armia Pahmi, Bupati Aceh Tamiang.
Mantan Irjen Pol ini menekankan bahwa jarak geografis para tenaga medis yang datang dari luar daerah tidak menjadi penghalang untuk misi kemanusiaan. Armia melihat inisiatif ini sebagai langkah nyata dalam memuliakan anak-anak di wilayahnya melalui layanan kesehatan yang berkualitas.
"Bagi kami, ini bukan hanya sunat massal, tetapi bentuk perhatian dan penghormatan kepada anak-anak agar mendapatkan pelayanan yang layak dan humanis," katanya.
Dalam tinjauannya, Bupati turut memberikan motivasi langsung kepada para peserta. Ia memuji keberanian anak-anak yang berpartisipasi dan menaruh harapan besar pada masa depan mereka setelah mengikuti proses khitan tersebut.
"Semoga setelah dikhitan menjadi anak yang sehat, sholeh, rajin belajar dan kelak berguna bagi agama, bangsa dan daerah," pesannya.
Ketua ASDOKI dr. Aprilio Efendi menjelaskan bahwa tim medis menerapkan teknologi khitan modern dalam kegiatan ini. Teknik tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pasien tanpa memerlukan proses penjahitan maupun pemakaian perban.
"Kami ingin anak-anak tetap nyaman dan ceria setelah dikhitan sehingga bisa kembali beraktivitas lebih cepat," ujar Aprilio Efendi, Ketua ASDOKI.
Pihak penyelenggara berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program serupa ke berbagai wilayah lain. Aprilio berharap kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat pelaksanaan aksi sosial di masa mendatang.
"Ia berharap program sosial serupa dapat terus dilaksanakan, tidak hanya di Aceh Tamiang, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia melalui kolaborasi lintas pihak," katanya.
Berdasarkan laporan panitia pelaksana, kegiatan bakti sosial ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Minggu, 10 Mei 2026. Target utama peserta mencakup 100 anak yang tidak hanya mendapatkan layanan medis, tetapi juga memperoleh santunan dan bingkisan khusus.