Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian Ungkap Cita-Cita Ingin Cepat Meninggal

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian Ungkap Cita-Cita Ingin Cepat Meninggal

Potongan video wawancara Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menjadi perbincangan publik setelah diunggah oleh akun Instagram sociolanes. Dalam video tersebut, Wahyu memberikan jawaban yang tidak terduga saat ditanya mengenai cita-citanya.

Dilansir dari Suara, sosok yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis ini mengaku tidak memiliki keinginan untuk mengejar karier politik yang lebih tinggi. Ia justru mengutarakan keinginan spiritual yang mengejutkan para jurnalis dan warganet.

Wahyu menyampaikan jawaban tersebut dengan nada santai sambil diiringi tawa kecil di hadapan media setelah menghadiri sebuah agenda resmi.

"Cita-cita saya cepat meninggal masuk surga. Lieur di dunia mah," ujar Wahyu Ferdian.

Istilah "lieur" dalam bahasa Sunda merujuk pada kondisi pusing atau bingung. Ungkapan ini dinilai mencerminkan besarnya beban kerja yang ia tanggung sebagai kepala daerah sekaligus tenaga medis profesional.

Pernyataan tersebut memicu reaksi beragam dari netizen di media sosial. Banyak pihak yang menilai jawaban Wahyu sebagai bentuk kejujuran seorang manusia yang merasa lelah dengan hiruk-pikuk tanggung jawab birokrasi.

Sejumlah warganet memberikan respons positif dengan mengamini pernyataan tersebut secara spiritual sebagai tujuan akhir hidup manusia.

"Kami seluruh segenap keluarga besar Rakyat Indonesia Mengucapkan 'AMINNN'," tulis salah satu akun yang menarik perhatian banyak pengguna lainnya.

Netizen lain menilai bahwa keinginan untuk masuk surga merupakan target paling masuk akal bagi setiap orang.

"Ini emang jawaban yang paling bener kalo ditanya cita-cita. Ultimate goal kita sebagai manusia mah ya ke surga," komentar warganet lainnya.

Selain mengomentari jawaban sang Bupati, sebagian netizen justru melontarkan kritik kepada jurnalis yang mengajukan pertanyaan. Mereka beranggapan bahwa menanyakan cita-cita kepada seseorang yang sudah menjabat sebagai Bupati dan dokter spesialis adalah hal yang tidak relevan.

"Jawabanya nggak salah, yang salah pertanyaanya, dia udah bupati sekalian dokter spesialis masih ditanya cita cita," tulis netizen yang memberikan pembelaan terhadap Wahyu Ferdian.

Artikel terkait

Rekomendasi