Bupati Gresik Resmikan Pembangunan Pabrik Nitrat Maspion Industri

Bupati Gresik Resmikan Pembangunan Pabrik Nitrat Maspion Industri

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan dimulainya pembangunan proyek Nitrate Complex PT Bara Blasting Perkasa di Kawasan Industri Maspion, Gresik, pada Jumat (8/5/2026). Dilansir dari Detik Finance, proyek petrokimia strategis ini difokuskan pada produksi bahan peledak industri dan pupuk guna memperkuat hilirisasi industri nasional.

Langkah ini diklaim memperkuat posisi Kabupaten Gresik sebagai pusat pertumbuhan industri di Jawa Timur sekaligus penggerak ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja. Pemerintah daerah menilai peresmian ini menjadi sinyal positif terhadap iklim investasi yang semakin kompetitif dan dipercaya oleh pelaku usaha nasional maupun internasional.

"Dua testimoni yang kita dengar hari ini sangat luar biasa bahwa Gresik aman dan Gresik menjadi tujuan investasi. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami," ujar Yani dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Peningkatan tren investasi tahunan dianggap sebagai bukti matangnya ekosistem industri di wilayah tersebut. Yani mengharapkan masuknya modal besar tersebut dapat memberikan dampak berganda bagi masyarakat sekitar, terutama untuk penyerapan tenaga kerja lokal.

"Kami berharap tumbuhnya investasi ini memberi peluang kerja bagi anak-anak muda Gresik yang memiliki keterampilan dan kompetensi. Selain itu, sektor UMKM dan ekonomi pendukung lainnya juga akan ikut tumbuh," tegasnya.

Pemkab Gresik berkomitmen untuk terus menjaga kondusivitas wilayah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar selaras dengan kebutuhan industri modern. Dukungan penuh diberikan agar pembangunan fasilitas baru ini dapat berkontribusi pada ketahanan pangan dan energi nasional.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada PT Bara Blasting Perkasa. Semoga pembangunan proyek ini berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan membawa manfaat serta keberkahan bagi masyarakat," pungkasnya.

CEO Maspion Group Alim Markus mengapresiasi stabilitas keamanan di Gresik yang menjadi faktor krusial bagi pertumbuhan industri. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan pengusaha dinilai telah menciptakan ekosistem yang aman untuk pengembangan bisnis jangka panjang.

"Kondisi makro di kawasan ini sangat baik. Stabilitas dan keamanan yang terjaga menjadi modal utama agar investasi dapat tumbuh berkelanjutan," ujarnya.

Alim juga menekankan bahwa perencanaan kawasan industri harus dilakukan secara matang dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. Hal ini diperlukan agar kawasan tetap relevan dan tangguh dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.

"Kawasan industri harus dibangun dengan perencanaan matang. Tidak hanya aman hari ini, tetapi juga siap menghadapi tantangan masa depan," tambahnya.

Direktur Utama PT Bara Blasting Perkasa Mei Suryawan menjelaskan bahwa proyek ini merupakan ekspansi strategis kedua setelah pembangunan terminal amonia. Menurutnya, dukungan penuh dari pemangku kepentingan menjadi alasan utama perusahaan memperluas investasi di lokasi tersebut.

"Ini menjadi bukti bahwa Gresik merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk investasi. Kami merasakan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik maupun seluruh stakeholder," ujarnya.

Pabrik ini dirancang untuk memproduksi amonium nitrat guna memenuhi kebutuhan sektor pertambangan dan konstruksi, serta mengembangkan produk pupuk NPK sebagai bagian dari program hilirisasi. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka impor bahan peledak dan pupuk di Indonesia.

"Kami ingin Indonesia menjadi tuan rumah bagi produk industrinya sendiri. Selain mendukung ketahanan energi dan ketahanan pangan, proyek ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi regional melalui peningkatan PAD, penyerapan tenaga kerja, penguatan logistik, pergudangan, transportasi hingga aktivitas pelabuhan," jelasnya.

Saat ini, progres fisik pembangunan kompleks pabrik tersebut dilaporkan telah mencapai angka 33 persen. Perusahaan menargetkan penyelesaian proyek tetap sesuai jadwal dengan mengedepankan standar kualitas dan prosedur keselamatan kerja yang ketat.

Artikel terkait

Rekomendasi