Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra resmi mengambil sumpah janji 234 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Lantang Torang pada Selasa, 5 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat birokrasi daerah dengan menekankan loyalitas penuh terhadap pelayanan publik tanpa pengajuan mutasi dini.
Data dari Pemerintah Kabupaten Lamandau menunjukkan bahwa dari total tersebut, terdapat 225 orang merupakan PNS formasi baru. Sementara itu, sembilan orang lainnya adalah PNS senior yang sebelumnya belum melaksanakan prosesi pengambilan sumpah.
Rizky Aditya Putra mengingatkan bahwa status abdi negara membawa tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara dan Tuhan. Penegasan ini disampaikan sebagai landasan moral bagi para aparatur dalam menjalankan tugas harian di unit kerja masing-masing.
"Sumpah/janji ini bukanlah sekadar seremonial atau syarat administrasi semata. Ini adalah bentuk kesanggupan saudara kepada Negara, dan yang paling utama, adalah janji suci kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menaati segala kewajiban serta menjauhi larangan," tegas Rizky.
Bupati juga menyoroti pentingnya adaptasi teknologi di era digital dan implementasi nilai dasar ASN BerAKHLAK. Ia meminta para pegawai menjaga integritas profesi demi membangun persepsi publik yang positif terhadap institusi pemerintah daerah.
Mengenai penempatan tugas, Rizky memberikan instruksi tegas agar para PNS tidak mengusulkan pindah wilayah kerja dalam jangka waktu singkat. Hal ini merujuk pada pernyataan kesediaan mengabdi yang telah ditandatangani saat proses seleksi berlangsung.
"Hilangkan persepsi untuk mengajukan mutasi. Saat melamar setahun lalu, saudara telah menandatangani pernyataan bersedia mengabdi dan tidak mengajukan pindah minimal selama 10 tahun sejak diangkat menjadi PNS," ujar Rizky.
Bupati menambahkan bahwa seluruh PNS yang dilantik hari ini lulus murni tanpa bantuan pihak luar, sehingga dedikasi penuh di lokasi penempatan menjadi konsekuensi mutlak. Fokus kerja diharapkan tetap pada inovasi pelayanan demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.
"Saya memegang teguh ikrar yang telah saudara buat. Fokuslah bekerja pada unit kerja masing-masing," tutur Rizky.
Kegiatan formal ini sempat diwarnai ketegangan saat terjadi aksi perkelahian antarpegawai tepat setelah bupati menyelesaikan pidatonya. Petugas protokoler segera mengamankan oknum yang terlibat cekcok keluar dari ruangan utama gedung.
Situasi tersebut berakhir dengan tawa ketika pegawai yang diusir kembali masuk membawa kue ulang tahun sebagai kejutan untuk hari jadi Bupati Rizky Aditya Putra. Salah satu peserta pelantikan, Nindo, mengakui sempat merasa panik sebelum menyadari kejadian tersebut hanyalah skenario kejutan.
"Sempat tegang tadi melihat situasinya, ternyata itu hanya bagian dari kejutan untuk pak bupati. Selamat ulang tahun untuk Bapak Rizky Aditya Putra," ujar Nindo.