Langkah Andy Burnham Picu Kejatuhan Poundsterling dan Obligasi Inggris

Langkah Andy Burnham Picu Kejatuhan Poundsterling dan Obligasi Inggris

Biaya pinjaman pemerintah Inggris melonjak ke level tertinggi dalam 18 tahun terakhir bersamaan dengan jatuhnya nilai tukar poundsterling pada Jumat, 15 Mei 2026. Situasi ini dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar keuangan atas rencana Wali Kota Manchester, Andy Burnham, untuk maju dalam pemilihan sela parlemen daerah pemilihan Makerfield.

Dilansir dari CNBC dan BBC, pergerakan negatif aset keuangan Inggris mencerminkan kecemasan investor terhadap potensi pergeseran haluan politik ke arah sayap kiri jika Burnham berhasil merebut kursi kepemimpinan Partai Buruh dari Keir Starmer. Mata uang poundsterling merosot 0,3 persen terhadap dolar AS ke posisi 1,3363 dolar AS pada perdagangan Jumat pagi, yang mengakibatkan akumulasi penurunan sebesar 1,5 persen sepanjang pekan ini.

Di pasar utang, imbal hasil obligasi pemerintah Inggris bertenor 10 tahun melonjak melewati angka 5,17 persen, yang menjadi level tertinggi sejak tahun 2008. Selain itu, biaya pinjaman jangka panjang turut mencatatkan rekor baru dalam 28 tahun terakhir setelah imbal hasil obligasi 30 tahun merangkak naik ke posisi 5,84 persen pada Jumat siang.

Kondisi pasar kian tertekan akibat ketidakpastian geopolitik global, termasuk kekhawatiran perang Iran yang mendorong harga minyak mentah Brent sempat melonjak di atas 109 dolar AS per barel sebelum turun ke bawah 108 dolar AS. Indeks saham unggulan FTSE 100 juga ikut melemah sebesar 1,7 persen, sejalan dengan penurunan yang terjadi di bursa saham Eropa lainnya.

Peluang Burnham kembali ke House of Commons terbuka setelah anggota parlemen petahana Josh Simons setuju untuk mundur. Langkah politik ini diprediksi akan memperkuat posisi Burnham di tengah merosotnya dukungan terhadap Starmer pasca-kekalahan besar Partai Buruh dalam pemilihan dewan lokal.

Elias Haddad, Kepala Strategi Pasar Global untuk Valuta Asing di BBH, memproyeksikan bahwa pemerintahan Partai Buruh di bawah kendali Burnham akan memicu peningkatan belanja negara dan defisit anggaran melalui skema penambahan utang.

"Political uncertainty will continue to dominate the price action in GBP and gilts, with the bias skewed to the downside given worsening U.K. fiscal credibility," kata Elias Haddad, Kepala Strategi Pasar Global untuk Valuta Asing di BBH.

Haddad menambahkan bahwa pertumbuhan PDB nominal Inggris saat ini berada di bawah tingkat imbal hasil obligasi 10 tahun, sehingga upaya untuk menghentikan pertumbuhan utang menjadi sangat sulit.

"U.K. nominal GDP growth is tracking below 10-year gilt yields, making stopping debt growth very difficult," kata Elias Haddad, Kepala Strategi Pasar Global untuk Valuta Asing di BBH.

Kekhawatiran senada diungkapkan oleh manajer portofolio makro di RBC BlueBay, Neil Mehta, yang menilai pasar keuangan Inggris akan dibayangi oleh premi risiko politik dalam jangka waktu yang lama akibat pergeseran ideologi tersebut.

"The next Labour leader will come from the left side of the party and against a backdrop of uncertainty, U.K. financial assets and sterling seem likely to be subjected to an elevated political risk premium for an extended period," kata Neil Mehta, Manajer Portofolio Makro di RBC BlueBay.

Di sisi lain, analis dari Deutsche Bank mencatat adanya upaya pelunakan sikap dari Burnham terkait pandangannya terhadap pasar obligasi yang sempat ia sampaikan pada awal tahun.

Mantan diplomat Inggris, Peter Ricketts, turut menyoroti dampak perseteruan politik internal ini terhadap reputasi internasional Inggris, terutama dalam penanganan krisis luar negeri.

"Keir Starmer will be less effective as a leader in Europe on handing the Ukraine and Iran crises if he is fighting for his job at home," kata Peter Ricketts, Anggota House of Lords.

Ricketts juga menggarisbawahi bahwa Uni Eropa akan kehilangan minat untuk menegosiasikan hubungan yang lebih erat jika kepemimpinan perdana menteri Inggris terus berada dalam ketidakpastian.

"The EU will be less interested in negotiating a much closer relationship with UK if they don't know who will be prime minister in a few months," kata Peter Ricketts, Anggota House of Lords.

Direktur Penelitian XTB, Kathleen Brooks, menilai penurunan pasar ini menjadi indikator kuat bahwa Burnham merupakan kandidat yang paling tidak ramah terhadap pasar dibandingkan figur lainnya.

"This is a sign that Burnham is the least market-friendly of all the candidates, as Wes Streeting's resignation did not have the same negative effect on the pound," kata Kathleen Brooks, Direktur Penelitian XTB.

Brooks memperingatkan bahwa jika aksi lepas aset obligasi dan pelemahan poundsterling terus berlanjut, para kandidat penantang kemungkinan harus mengkaji ulang momentum politik mereka.

"Overall, UK politics is a mess, there are already signs that foreign buyers are ditching the gilt market. If there is a major rout in the pound and/or gilts in the coming days, prospective candidates may need to assess whether now was a wise time to make a move against the PM," kata Kathleen Brooks, Direktur Penelitian XTB.

Kekhawatiran pasar modal mengenai potensi pembengkakan defisit anggaran di bawah kendali Burnham juga dikonfirmasi oleh ekonom dari Jefferies, Mohit Kumar.

"Market's fear is that Burnham would be more left leaning, and we could see further increase in deficits," kata Mohit Kumar, Ekonom Jefferies.

Direktur Investasi AJ Bell, Russ Mould, menyatakan bahwa pernyataan masa lalu Burnham mengenai pasar obligasi turut andil dalam mendorong lonjakan biaya pinjaman Inggris saat ini.

"A process involving Burnham also promises to be more protracted and 'noisy', thereby prolonging and exacerbating the uncertainty about the political situation in the UK," kata Russ Mould, Direktur Investasi AJ Bell.

Meskipun demikian, Burnham menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan positif di dalam tubuh Partai Buruh saat mengumumkan pencalonannya secara resmi.

"We will change Labour for the better and make it a party you can believe in again," kata Andy Burnham, Wali Kota Manchester.

Burnham juga menambahkan bahwa misi utamanya kembali ke parlemen adalah untuk memastikan sistem politik dapat bekerja secara tepat demi kepentingan masyarakat luas.

"make politics work properly for people," kata Andy Burnham, Wali Kota Manchester.

Hingga saat ini, Burnham masih harus melewati proses seleksi internal partai di tingkat lokal untuk daerah pemilihan Makerfield sebelum menghadapi persaingan ketat melawan kandidat dari partai Reform UK dalam pemilihan sela mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi