Bursa Asia Menguat Jelang Kesepakatan AS dan Iran

Bursa Asia Menguat Jelang Kesepakatan AS dan Iran

Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik mencatatkan lonjakan signifikan hingga membuat indeks acuan di Jepang dan Korea Selatan menyentuh rekor tertinggi baru. Dilansir dari Investasi, pergerakan ini terjadi saat para pelaku pasar sedang mencermati tindakan militer terbaru Amerika Serikat (AS) di Iran.

Investor juga tengah menakar rapuhnya kondisi gencatan senjata antara Washington dan Teheran. Meski demikian, muncul optimisme di kalangan pelaku pasar bahwa kesepakatan antarkedua belah negara masih berpeluang untuk dicapai.

Pada perdagangan Rabu (27/5/2026) pukul 08.22 WIB, indeks Nikkei 225 meroket sebesar 1,3% menuju level 65.840,63. Tren positif ini diikuti oleh indeks Hang Seng yang dibuka menguat tipis 0,04% ke posisi 25.608,78.

Apresiasi juga melanda indeks Taiex yang terpantau melaju 2,54% menjadi 44.629,97. Sementara itu, indeks Kospi melesat tajam sebesar 3,92% ke level 8.363,11, sedangkan indeks ASX 200 justru melemah 0,24% ke posisi 8.636,9. Di sisi lain, aktivitas perdagangan di FTSE Straits Times dan FTSE Malay KLCI sedang libur.

Ketegangan Geopolitik AS dan Iran

Gedung Putih menyatakan bahwa proses negosiasi kedua negara sebenarnya sudah hampir rampung. Kendati demikian, ketegangan sempat meningkat setelah pasukan AS melancarkan aksi yang disebut Pentagon sebagai serangan pertahanan diri di Iran selatan pada Selasa (26/5/2026) pagi.

Operasi militer tersebut membidik titik peluncuran rudal serta kapal-kapal Iran yang ditengarai hendak memasang ranjau. Walau ada serangan, pihak Washington menegaskan tetap menahan diri demi menjaga kerangka gencatan senjata yang tengah berjalan.

"Berjalan dengan baik," kata Presiden Donald Trump pada Senin (25/5/2026) mengenai jalannya dialog dengan Iran terkait penyelesaian konflik tersebut.

Namun, Donald Trump tetap memberikan peringatan bahwa AS siap meluncurkan serangan ofensif andai proses negosiasi tersebut berujung pada kegagalan.

Imbas Sentimen Positif Wall Street

Gairah di pasar Asia tidak lepas dari kondisi bursa saham AS yang menguat pada malam sebelumnya. Sektor teknologi berhasil mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite melonjak hingga menyentuh level tertinggi intraday yang baru.

Indeks S&P 500 mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 0,61% ke posisi 7.519,12, lalu Nasdaq menguat 1,19% ke level 26.656,18. Performa ini membuat kedua indeks acuan tersebut ditutup pada rekor tertinggi baru.

Kondisi berbeda menimpa indeks Dow Jones Industrial Average yang menderita penurunan sebesar 118,02 poin atau sekitar 0,23% dan finis di level 50.461,68. Perdagangan di pasar saham AS sendiri sempat libur pada hari Senin dalam rangka memperingati Memorial Day.

Artikel terkait

Rekomendasi