Bursa Saham Asia Bergerak Variatif Akibat Ketegangan Regional

Bursa Saham Asia Bergerak Variatif Akibat Ketegangan Regional

Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik mencatatkan pergerakan yang beragam pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026, menyusul lonjakan harga minyak mentah dunia. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi sentimen investor global.

Indeks Kospi di Korea Selatan berhasil mencetak rekor tertinggi baru dengan lonjakan sebesar 3,67 persen pada pembukaan perdagangan. Berdasarkan laporan CNBC.com, kenaikan ini terjadi saat pelaku pasar masih terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah secara saksama.

Sikap hati-hati investor muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons tegas terhadap usulan perdamaian yang diajukan oleh pihak Teheran. Ketegangan tersebut berdampak langsung pada biaya energi global akibat kekhawatiran penutupan Selat Hormuz.

"TOTALLY UNACCEPTABLE!" tulis Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social.

Pernyataan Trump tersebut merujuk pada penolakan terhadap proposal terbaru Iran yang sebelumnya diajukan kepada negosiator Amerika Serikat. Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa proposal Teheran mencakup penghentian perang di semua lini serta penghapusan sanksi ekonomi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut memberikan penegasan mengenai status konflik yang melibatkan negaranya di kawasan tersebut. Hal ini memperkuat sinyal bahwa stabilitas keamanan di Timur Tengah masih jauh dari kata sepakat.

"belum berakhir" tegas Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Data pasar menunjukkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni naik 3,39 persen ke level US$98,65 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent kontrak Juli juga menguat 3,37 persen menjadi US$104,66 per barel.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,81 persen dan Topix naik 0,32 persen, berbanding terbalik dengan S&P/ASX 200 Australia yang melemah 0,71 persen. Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di posisi 26.250, lebih rendah dari penutupan sebelumnya.

Kinerja bursa Asia ini mengikuti tren di Wall Street yang sempat menguat tajam pada pekan sebelumnya dengan kenaikan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite. Namun, futures Dow Jones Industrial Average terpantau terkoreksi 143 poin pada awal pekan ini.

Artikel terkait

Rekomendasi